IHSG Turun 0,69 Persen ke Level 6.365 pada Penutupan Perdagangan 10 Agustus 2026

  • 10 Agt 2026 16:34 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah pada penutupan perdagangan Senin 10 Agustus 2026. IHSG turun 44,280 poin atau 0,69 persen ke level 6.365,37 dibandingkan penutupan sehari sebelumnya.

IHSG sempat menguat pada awal perdagangan sebelum berbalik melemah hingga penutupan perdagangan. Indeks bergerak pada level tertinggi 6.462,73 dan terendah 6.362,75.

Data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan IHSG dibuka menguat ke level 6.440,59. Total volume transaksi mencapai 46,526 miliar saham dengan nilai transaksi Rp17,920 triliun.

Sebanyak 287 saham naik dan 329 saham mengalami penurunan. Sedangkan 180 saham lainnya tidak mengalami perubahan atau stagnan.

Tim Pilarmas Investindo Sekuritas mengatakan bursa regional Asia cenderung bergerak menguat. Ini terjadi setelah data pekerjaan di Amerika Serikat (AS) menunjukkan pelemahan.

Jumlah pekerjaan nonpertanian AS secara tak terduga turun 23.000 pada Juli 2026. Revisi penurunan tajam dalam dua bulan sebelumnya turut menunjukkan memburuknya kondisi pasar tenaga kerja.

Menurut Pilarmas, pasar kini memperkirakan peluang kenaikan suku bunga 25 basis poin pada September 2026 sekitar 44 persen. Angka tersebut turun dari sekitar 67 persen pada pekan sebelumnya.

“Pelaku pasar kini mengalihkan perhatian mereka ke data inflasi penting yang akan dirilis minggu ini,” katanya. “Hal itu untuk mendapatkan petunjuk tambahan tentang prospek kebijakan moneter AS.”

Pasar juga masih memantau perkembangan situasi di Timur Tengah. Iran membantah telah menggelar pembicaraan langsung dengan AS, meski Washington menyatakan kesepakatan semakin dekat.

Kekhawatiran berkurangnya pasokan minyak juga meningkat setelah Houthi, sekutu Iran, mengklaim menyerang kilang Jazan milik Saudi Aramco. Situasi tersebut turut menjadi perhatian pelaku pasar global.

Dari dalam negeri, Tim Pilarmas menyebut pergerakan IHSG turut dipengaruhi sentimen ekonomi domestik. Salah satunya terlihat dari hasil survei konsumen Bank Indonesia (BI) per Juli 2026.

"Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) pada Juli 2026 menunjukkan perlambatan,” katanya. “Yaitu turun menjadi 116,8 dibandingkan bulan sebelumnya yang mencapai posisi 117,8.

Meski masih berada pada level optimistis, penurunan IKK menunjukkan adanya pelemahan keyakinan konsumen. Kondisi tersebut sejalan dengan pelemahan Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE) dan Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK).

IKE tercatat mencapai 107,9, turun dari 109,2 pada bulan sebelumnya. Sementara IEK berada di angka 125,7, lebih rendah dibandingkan posisi sebelumnya yaitu 126,4.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....