Akhir Pekan, Rupiah Ditutup Menguat ke Posisi Rp17.897 per Dolar AS
- 07 Agt 2026 19:30 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Mengacu data Bloomberg, rupiah ditutup naik 0,15 persen atau 26 poin ke posisi Rp17.897 per dolar AS
- Konflik AS-Iran masih berlangsung meski Presiden AS Donald Trump menyatakan perang akan segera berakhir
- Di dalam negeri, cadangan devisa Indonesia hingga akhir Juli 2026 sebesar USD145,3 miliar, turun dibandingkan Juni 2026 sebesar Rp145,6 miliar
RRI.CO.ID, Jakarta - Nilai tukar rupiah keluar dari tekanan dolar AS pada penutupan perdagangan hari ini, Jumat 7 Agustus 2026. Mengacu data Bloomberg, rupiah ditutup naik 0,15 persen atau 26 poin ke posisi Rp17.897 per dolar AS.
Rupiah berhasil menguat di tengah kondisi global yang masih tidak pasti. Konflik AS-Iran masih berlangsung meski Presiden AS Donald Trump menyatakan perang akan segera berakhir.
"Trump mengklaim tetap memegang kendali Selat Hormuz. Sedangkan Iran dan Oman hampir mencapai kesepakatan atas pengendalian di Selat Hormuz," kata Analis Pasar Uang, Ibrahim Assuaibi, Jumat, 7 Agustus 2026.
Iran bahkan berencana melarang kapal-kapal AS dan Israel zionis melintas di Selat strategis itu. Sementara itu di Yaman, kelompok Houthi mengklaim bertanggung jawab atas serangan terhadap pasukan pemerintah yang didukung Arab Saudi.
"Sehingga memicu kekhawatiran konflik akan meluas ke seluruh kawasan," ucap Ibrahim. Dari sisi ekonomi, pasar kini memperkirakan adanya peluang sekitar 60 persen untuk kenaikan suku bunga pada bulan September.
Laporan Financial Times menyebutkan, Ketua Federal Reserve Kevin Warsh siap menaikkan biaya pinjaman (suku bunga). Utamanya jika inflasi tetap tinggi dalam beberapa minggu mendatang.
Untuk memastikan kemungkinan itu, pasar menunggu data tenaga kerja non-pertanian (Non-Farm Payrolls) Amerika Serikat. " Data ini dapat menjadi ujian besar berikutnya bagi ekspektasi terkait prospek kebijakan Federal Reserve," ujar Ibrahim.
Di dalam negeri, Ibrahim mencermati laporan Bank Indonesia terkait cadangan devisa Indonesia di akhir Juli 2026. Cadangan devisa tercatat sebesar USD145,3 miliar, turun dibandingkan Juni 2026 sebesar Rp145,6 miliar.
Meski menurun, cadangan devisa Indonesia masih berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor.Posisi cadangan devisa.setara dengan pembiayaan 5,5 bulan impor atau 5,3 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah.
BI menilai posisi cadangan devisa pada akhir Juli, mampu mendukung ketahanan sektor eksternal. Selain itu, masih dapat menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....