Pernyataan Ketua the Fed membuat Rupiah Melemah saat Pembukaan Perdagangan

  • 07 Agt 2026 10:40 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • . Berdasarkan data Bloomberg, rupiah dibuka turun 0,08 persen atau 14 poin ke posisi Rp17.973 per dolar AS
  • Pelemahan nilai tukar rupiah disebabkan sentimen pasar terhadap pernyataan Ketua the Fed, Kevin Warsh . "Pasar berekspektasi kenaikan suku bunga
  • Di sisi lain, konflik AS-Iran sulit diprediksi kapan berakhir, perdamaian AS-Iran masih tanda tanya

RRI.CO.ID, Jakarta - Fluktuasi nilai tukar rupiah masih tinggi, ditandai dengan pelemahan nilai tukar rupiah dalam pembukaan perdagangan hari ini. Berdasarkan data Bloomberg, rupiah dibuka turun 0,08 persen atau 14 poin ke posisi Rp17.973 per dolar AS.

Pada Kamis kemarin, rupiah terpantau naik tipis 0,06 persen ke posisi Rp17.923 per dolar AS. "Kemungkinan nilai tukar rupiah akan kembali terdepresiasi hari ini, ke kisaran Rp17.950 per dolar AS," kata Analis Pasar Uang dari Valbury Sekuritas, Fikri C.Permana dalam analisisnya, Jumat, 7 Agustus 2026.

Menurut Fikri, pelemahan nilai tukar rupiah disebabkan sentimen pasar terhadap pernyataan Ketua the Fed, Kevin Warsh . "Pasar berekspektasi kenaikan suku bunga the Fed setelah Warah mengatakan akan berhati-hati terhadap inflasi," ucap Fikri.

Di sisi lain, konflik AS-Iran sulit diprediksi kapan berakhir. "Perdamaian AS-Iran masih tanda tanya, setelah Trump mengisyaratkan masih akan melihat perkembangan ke depan untuk jalan damai," ujar Fikri

Namun Fikri melihat peluang dibukanya kembali Selat Hormuz setelah kesepakatan Iran-Oman. Kedua negara tetangga itu menyepakati kerja sama dalam pengelolaan Selat Hormuz.

Selain itu, beberapa data tenaga kerja di Amerika Serikat yang akan dirilis nanti malam, kemungkinan membaik. Sehingga akan mendorong penguatan dolar AS yang hari sudah merangkak naik ke level 99,95.

Lebih lanjut, Fikri mengatakan, masih terjadinya aliran keluar modal asing di pasar saham mendorong pelemahan rupiah. Aliran keluar modal asing ditandai dengan aksi jual saham dengan net sell pada Kamis kemarin sebesar Rp217,24 miliar.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....