OJK: Efek Berbasis Keberlanjutan Capai Rp85,15 Triliun hingga Juni 2026
- 07 Agt 2026 12:21 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- OJK mencatat pasar modal Indonesia menunjukkan perkembangan dalam pembiayaan berkelanjutan, mencapai Rp85,15 triliun per Juni 2026.
- Reksa dana ESG mencatat aset kelolaan Rp8,49 triliun.
- OJK mendorong penguatan pembiayaan berkelanjutan melalui pasar modal.
RRI.CO.ID, Jakarta - Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi mengatakan pasar modal Indonesia terus menunjukkan perkembangan dalam pembiayaan berkelanjutan. Hingga Juni 2026, akumulasi efek bersifat utang dan sukuk berlandaskan keberlanjutan tercatat mencapai Rp85,15 triliun.
Komposisinya terdiri atas green bond sebesar 37,19 persen, social bond 36,53 persen, dan sustainability bond 24,51 persen. Selain itu, pasar modal Indonesia juga telah memiliki sejumlah indeks yang mengedepankan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG).
Friderica menambahkan, nilai aset kelolaan reksa dana berbasis ESG mencapai Rp8,49 triliun per Juni 2026. Dari jumlah tersebut, mayoritas masih didominasi reksa dana indeks.
Menurutnya, berbagai indeks tersebut menggunakan indeks KEHATI sebagai acuan dalam penerapan prinsip keberlanjutan. OJK berharap perkembangan instrumen keuangan berkelanjutan dapat memperkuat pembiayaan hijau sekaligus meningkatkan kepercayaan investor.
“Bagi OJK sendiri, transformasi menuju keuangan berkelanjutan merupakan bagian dari agenda penguatan sektor jasa keuangan Indonesia. Dalam waktu dekat akan diterbitkan Peraturan Pemerintah Tentang Pengembangan Keuangan Berkelanjutan,” katanya.
Kemudian, Menteri LH, Jumhur Hidayat menambahkan, sektor usaha dan jasa keuangan berperan penting dalam menjembatani kebutuhan pendanaan konservasi. Utamanya melalui penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG).
Menurutnya, penerapan ESG dapat mendorong investasi yang lebih bertanggung jawab terhadap lingkungan. Ia menilai investor kini tidak hanya mempertimbangkan kemampuan perusahaan dalam mengelola risiko.
Investor juga melihat kontribusi perusahaan dalam memulihkan lingkungan dan menciptakan dampak positif bagi keberlanjutan. Jumhur menilai kepatuhan terhadap tata kelola lingkungan yang baik akan memperkuat reputasi perusahaan serta mengurangi risiko praktik greenwashing.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....