IHSG Berisiko Melemah Akhir Pekan Ini, Investor Tunggu Sejumlah Data Ekonomi

  • 07 Agt 2026 07:45 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Hari ini IHSG diprediksi akan bergerak sideways (stagnan) pada kisaran 6.300-6.400
  • para investor menantikan data cadangan devisa bulan Juli yang akan dirilis Bank Indonesia (BI) hari ini
  • Pemerintah akan melakukan lelang Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) pekan depan, ada delapan seri

RRI.CO.ID, Jakarta - Perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) kemungkinan akan sedikit lesu hari ini. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprakirakan akan melemah dipengaruhi oleh sejumlah faktor.

"Hari ini IHSG diprediksi akan bergerak sideways (stagnan) pada kisaran 6.300-6.400," kata Tim Analis Phintraco Sekuritas, Jumat, 7 Agustus 2026. Pada Kamis kemarin, IHSG ditutup melemah ke level 6.343,71 atau turun 0,12 persen.

Pelemahan IHSG kemarin disertai aksi jual saham oleh investor asing dengan net sell sebesar Rp217,24 miliar. Saham yang paling banyak dijual asing adalah BBCA, EMAS, TLKM, ANTM, dan BRMS

Menurut Tim Phintraco, para investor menantikan data cadangan devisa bulan Juli yang akan dirilis Bank Indonesia (BI) hari ini. "Cadangan devisa pada bulan Juni sedikit naik menjadi USD145,6 miliar dari USD144,9 miliar pada Mei 2026," ucapnya.

Menurut catatan Tim Phintraco, cadangan devisa bulan Mei, merupakan level terendah dalam hampir dua tahun terakhir. Kondisi itu akibat depresiasi nilai tukar rupiah yang terus menerus.

Data ekonomi lainnya yang menjadi perhatian pelaku pasar adalah Indeks harga properti. Indeksnya naik menjadi 0,8 persen secara tahunan pada triwulan II 2026 dibandingkan triwulan I yang tumbuh 0,62 persen.

"Sementara itu, Pemerintah akan melakukan lelang Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) pada Selasa pekan depan. Target indikatif lelang sebesar Rp10 triliun dari 8 seri SBSN yang akan ditawarkan," ujar Tim Phintraco.

Dari eskternal, pelaku pasar akan mencermati rilis data neraca perdagangan negara Tiongkok. Dari Amerika Serikat, pasar akan mencermati data tenaga kerja non-pertanian..

Data pekerja non-pertanian (Non-Farm Payrolls) di AS diprakirakan meningkat pada bulan Juli 2026 menjadi 80 ribu pekerja. Sedangkan di bulan Juni penambahannya hanya 57 ribu pekerja.

Tingkat pengangguran di AS diperkirakan tetap pada level 4,2 persen di bulan Juli 2026. "Jika data tenaga kerja AS di bawah estimasi, diperkirakan justru akan direspon positif oleh investor," kata Tim Phintraco.

Karena pelemahan data tenaga kerja dapat menurunkan ekspektasi bahwa the Fed akan menaikkan suku bunga dengan cepat. The Fed sejauh ini masih berjuang untuk menurunkan laju inflasi melalui kebijakan suku bunganya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....