IHSG Diprakirakan akan Menguat, Ditopang Sentimen Positif Pasar
- 06 Agt 2026 07:50 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang untuk melanjutkan penguatan dalam perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) hari ini
- IHSG akan menguji menguji level 6.370-6.400
- Sentimen pasar dipengaruhi oleh rilis sejumlah data ekonomi Rabu kemarin
RRI.CO.ID, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang untuk melanjutkan penguatan dalam perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) hari ini. Rabu kemarin, IHSG ditutup pada level 6.351, naik 0,50 persen.
"Hari ini IHSG berpeluang melanjutkan penguatan, untuk menguji level 6.370-6.400," kata Tim Analis Phintraco Sekuritas, Kamis, 6 Agustus 2026. Menurutnya, sentimen pasar dipengaruhi oleh rilis sejumlah data ekonomi Rabu kemarin.
"Beberapa data indikator ekonomi domestik yang membaik, dan meredanya ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Sementara, itu investor optimis akan kinerja emiten, menjadi beberapa faktor yang mendorong penguatan indeks," ujar Tim Phintraco.
Meskipun data pertumbuhan ekonomi Indonesia melambat menjadi 5,29 secara tahunan di kuartal II 2026. Namun lebih baik dibandingkan ekspektasi pasar yang berada di level 5,1 persen secara tahunan.
Pertumbuhan ekonomi pada triwulan II 2026, kata Tim Phintraco, merupakan pertumbuhan tahunan yang paling kecil sejak triwulan III 2025. Hal ini disebabkan pertumbuhan konsumsi dan belanja pemerintah yang lebih lambat dibandingkan pertumbuhan pada triwulan I 2026.
Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Indonesia turun menjadi 4,65 pada Mei 2026, dari 4,68 pada Februari 2026. "Penurunan tersebut membuat tingkat pengangguran di Indonesia pada level terendah sejak tahun 1994," ucap Tim Phintraco.
Tingkat kemiskinan juga turun ke posisi terendah sejak tahun 1999 di level 8,07 persen pada Maret 2026. Sebelumnya, pada September 2025, tingkat kemiskinan sebesar 8,25 persen.
Menurut data BPS, jumlah penduduk miskin sebanyak 22,93 juta orang pada Maret 2026. Jumlahnya berkurang 430 ribu orang dari 23,36 juta orang pada September 2025.
Pemerintah pada Rabu kemarin juga menyatakan menunda implementasi pemungutan pajak melalui marketplace. Kebijakan itu sebelumnya direncanakan berlaku efektif pada Agustus 2026.
Pada Rabu kemarin, kembali terjadi aksi jual investor asing dengan net sell sebesar Rp187,59 miliar. Saham- saham yang paling banyak dijual asing adalah TPIA, TLKM, BBRI, ASII dan CPIN.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....