IHSG Berpotensi Naik Hari ini, Pasar Tunggu Data Inflasi dan Neraca Perdagangan
- 03 Agt 2026 07:44 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprakirakan akan melanjutkan penguatan dalam perdagangan hari ini
- IHSG hari ini berpeluang untuk melanjutkan kenaikan ke level r Namun hati-hati jika belum kuat untuk tembus di atas level 6.300, IHSG berpotensi koreksi lagi
- Di dalam negeri, pasar menantikan rilis data ekonomi sepanjang sepekan ini, diantaranya rilis data Inflasi dan Neraca Perdagangan oleh BPS
RRI.CO.ID, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprakirakan akan melanjutkan penguatan dalam perdagangan hari ini. Akhir pekan kemarin, IHSG ditutup naik 0,80 persen ke level 6.236.
Penguatan IHSG itu masih disertai net sell (jual bersih) saham oleh investor asing sebesar Rp35 miliar. BNI Sekuritas mencatat saham yang paling banyak dijual asing adalah BBCA, AMMN, ANTM, UNTR, dan TLKM.
"IHSG hari ini berpeluang untuk melanjutkan kenaikan ke level resistansi kuat di 6.300. Namun hati-hati jika belum kuat untuk tembus di atas level 6.300, IHSG berpotensi koreksi lagi," kata Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman, Senin, 3 Juli 2026.
Fanny memperkirakan IHSG di Bursa Efek Indonesia (BEI) hari ini akan bergerak di rentang 6.120-6.200 untuk level support. Sedangkan level resistansi di rentang 6.270-6.300.
Sejumlah faktor yang akan mempengaruhi sentimen pasar, menurut Fanny, konflik di Timur Tengah yang terus berlanjut. Sehingga mendorong kenaikan harga minyak dan berpotensi memicu kembali tekanan inflasi.
Harga minyak WTI naik sekitar 1,3% persen ke USD84,68 per barel. Sedangkan harga minyak Brent naik 1,2 persen ke USD90,12 per barel.
Di sisi lain, para investor meragukan komitmen Ketua the Fed Kevin Warah dalam mengendalikan inflasi. Meski Warsh menegaskan fokus bank sentral untuk menekan inflasi.
"Pernyataannya bahwa ‘tidak ada tongkat ajaib' untuk mengatasi tekanan harga, dinilai belum cukup menenangkan pasar," ucap Fanny. Namun, bursa saham di Amerika Serikat dan kawasan Asia ditutup menguat akhir pekan kemarin.
Sedangkan di dalam negeri, pasar menantikan rilis data ekonomi sepanjang sepekan ini. Tim Analis Phintraco Sekuritas menyebutkan data penting yang akan dirilis antara lain data PMI Manufaktur dan pertumbuhan ekonomi.
Selain itu, data indeks harga properti dan cadangan devisa. Hari ini BPS akan merilis data inflasi dan neraca perdagangan.
"Sementara itu harga BBM non-subsidi turun mulai 1 Agustus 2026. Turunnya harga BBM ini berpotensi menambah faktor positif," kata Tim.Phintraco.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....