Diisukan Jadi Gubernur BI, Menkeu Purbaya Bilang ,"Itu Isu Abadi"
- 29 Jul 2026 16:40 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menjawab isu dirinya akan ditunjuk jadi gubernur BI
- Menkeu Purbaya mengaku tidak tahu siapa calon pengganti Perry Warjiyo
- Di tengah tanda tanya siapa yang akan menggantikan Perry Warjiyo, pasar mengkhawatirkan akan independensi BI
RRI.CO.ID, Jakarta - Nama Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa santer disebut-sebut sebagai calon pengganti gubernur Bank Indonesia (BI). Nama itu muncul setelah Perry Warjiyo mengundurkan diri secara mendadak dari jabatannya sebagai gubernur BI.
Menanggapi rumor itu, Menkeu Purbaya yang belakangan irit bicara, cuma tertawa. "Itu mah kalau saya isi abadi, isu masuk ke sana sini, aslinya nggak pernah jadi," kata Purbaya usai rapat Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) di kantor LPS, Jakarta, Selasa, 28 Juli 2026.
Dia juga mengaku tidak tahu siapa yang bakal menjadi calon pengganti Perry Warjiyo. "Saya tidak tahu," ucapnya, singkat saat ditanya sudah adakah nama-nama calon gubernur BI yang baru.
Pun ketika didesak apakah ia merekomendasikan orang yang pantas jadi gubernur BI. "Kita ikuti saja perintah Bapak Presiden," ujar Purbaya.
Menurutnya, Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) juga sudah mengantisipasi sentimen pasar atas mundurnya gubernur BI. "Yang penting kita tunjukkan ke pasar bahwa kebijakan kita solid, pro-growth, pro-stability, dan market friendly," ujar Menkeu Purbaya.
Di tengah tanda tanya siapa yang akan menggantikan Perry Warjiyo, pasar mengkhawatirkan akan independensi BI. Pasar berharap penunjukkan Gubernur BI yang baru yang sesuai harapan dan transisi kepimpinan di BI berjalan lancar.
Bagi pelaku pasar, Gubernur BI yang baru harus dapat menjaga kredibilitas dan independensi BI sebagai bank sentral. Independen dalam menetapkan dan melaksanakan kebijakan moneter dan menjaga stabilitas nilai tukar rupiah.
Dampaknya akan negatif, jika perubahan signifikan terjadi pada kebijakan moneter dan disinyalir independensi bank sentral terganggu. Kondisi itu berpotensi mendorong depresiasi rupiah lebih lanjut.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....