Prakiraan Perdagangan Saham Hari Ini, IHSG Rentan Koreksi

  • 20 Jul 2026 07:26 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • "IHSG rentan koreksi hari ini, sepanjang gagal break resistance di 6.200-6300," kata Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman
  • Eskalasi konflik AS-Iran kembali menjadi perhatian pelaku pasar. "Harga minyak mentah melonjak setelah kedua negara kembali saling melancarkan serangan
  • Di dalam negeri, pelaku pasar juga menunggu kebijakan suku bunga Bank Indonesia pekan ini

RRI.CO.ID, Jakarta- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprakirakan akan terkoreksi dalam perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) hari ini. Pada akhir pekan kemarin, IHSG ditutup naik 1,1 persen disertai net buy (beli bersih) oleh investor asing.

Aksi beli oleh investor tercatat sebesar Rp725 miliar. Saham yang paling banyak dibeli asing adalah BBCA, BMRI, BBRI, TLKM dan BRIS.

"IHSG rentan koreksi hari ini, sepanjang gagal break resistance di 6.200-6300," kata Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman, Senin, 20 Juli 2026. IHSG diprakirakan bergerak di 6.050-6.100 di level support dan 6.200-6.300 di level resistansi.

Menurut Fanny, eskalasi konflik AS-Iran kembali menjadi perhatian pelaku pasar. "Harga minyak mentah melonjak setelah kedua negara kembali saling melancarkan serangan," ucapnya.

Meningkatnya ketegangan AS-Iran kembali mengganggu arus distribusi energi melalui Selat Hormuz. Selat yang menjadi jalur pelayaran strategis yang selama ini dilalui sekitar 20 persen perdagangan minyak dunia.

Sementara itu, di dalam negeri, pelaku pasar juga menunggu kebijakan suku bunga Bank Indonesia pekan ini. Hasil Rapat Dewan Gubernur BI pada Rabu lusa, juga akan memberikan gambar kondisi perekonomian global dan domestik.

"Sentimen domestik yang mulai membaik ditandai dengan mulai terjadinya net buy oleh investor asing. Aksi beli in berlangsung selama dua hari berturut-turut pada pekan kemarin," kata Tim Analis Phintraco Sekuritas.

Namun, menurut Tim Phintraco, meningkatnya harga minyak menjadi risiko yang perlu diwaspadai. "Karena akan berpengaruh terhadap prospek defisit APBN, inflasi, rupiah, serta suku bunga," ucapnya.

Dari bursa global, Tim Phintraco mencermati tekanan yang dialami saham-saham semikonduktor dan teknologi. Tekanan tersebut membuat bursa saham di Amerika Serikat dan sebagian besar bursa saham di kawasan Asia melemah.

Meningkatnya persaingan teknologi kecerdasan buatan antara dari AS dan Tiongkok menjadi pemicunya. Perusahaan startup asal Tiongkok, Moonshot AI, baru saja meluncurkan model baru.

Model baru itu berpotensi mempersempit kesenjangan dengan model terbaru asal AS dari Anthropic dan OpenAI. Persaingan tersebut memicu sentimen negatif di pasar.

"Persaingan itu semakin meningkatkan kecemasan akan pengeluaran modal sektor teknologi yang tinggi. Apalagi di tengah permintaan dari pengguna akhir AI yang sensitif terhadap harga," kata Tim Phintraco menutup analisisnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....