IHSG Ditutup Menguat 0,20 Persen ke Level 6.051,62

  • 15 Jul 2026 17:35 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • IHSG ditutup menguat 12,10 poin atau 0,20 persen ke level 6.051,62 di tengah penguatan bursa Asia.
  • Sentimen positif datang dari melandainya inflasi Amerika Serikat dan kebijakan pemerintah yang tidak menaikkan tarif pajak.

RRI.CO.ID, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan hari ini di zona hijau. Pada akhir sesi perdagangan, Rabu, 15 Juli 2026, IHSG berada di level 6.051,62 atau naik 12,10 poin setara 0,20 persen.

Sepanjang perdagangan, IHSG dibuka pada level 6.068,03. Indeks sempat menyentuh level tertinggi di 6.081,23 sebelum bergerak melemah hingga level terendah 6.007,17 dan akhirnya kembali menguat menjelang penutupan.

Aktivitas perdagangan di Bursa Efek Indonesia terpantau cukup ramai. Volume transaksi mencapai 25,04 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp9,46 triliun dan frekuensi perdagangan sebanyak 1,81 juta kali.

Dari sisi pergerakan saham, sebanyak 327 saham ditutup menguat. Sementara 285 saham melemah dan 183 saham lainnya tidak mengalami perubahan harga.

Tim Pilarmas Investindo Sekuritas menilai penguatan IHSG sejalan dengan pergerakan positif bursa regional Asia. Sentimen utama datang dari rilis data inflasi Amerika Serikat (AS) yang lebih rendah dari perkiraan pasar.

Inflasi tahunan AS tercatat turun menjadi 3,5 persen pada Juni 2026 dari 4,2 persen pada Mei 2026. Angka tersebut berada di bawah ekspektasi pasar sebesar 3,8 persen sehingga meredam kekhawatiran terhadap kenaikan suku bunga acuan The Fed.

"Data inflasi Amerika Serikat yang lebih rendah dari perkiraan mendorong pasar dan mengurangi ekspektasi pengetatan kebijakan moneter The Fed dalam waktu dekat," kata Tim Pilarmas Investindo Sekuritas dalam riset hariannya, Rabu, 15 Juli 2026.

Pilarmas menambahkan, Ketua The Fed Kevin Warsh kembali menegaskan komitmen bank sentral AS dalam menjaga stabilitas harga. Namun, ia belum memberikan sinyal kebijakan moneter yang lebih agresif.

Meski demikian, pasar masih memperkirakan peluang sekitar 50 persen bagi kenaikan suku bunga The Fed pada September mendatang. Proyeksi tersebut dipengaruhi kembali meningkatnya ketegangan geopolitik antara AS dan Iran yang mendorong kenaikan harga minyak dunia

Dari dalam negeri, pemerintah menegaskan tidak akan menaikkan tarif pajak untuk meningkatkan penerimaan negara. Kebijakan tersebut dinilai menjadi sentimen positif bagi dunia usaha karena menjaga daya saing perusahaan dan mengurangi risiko peningkatan beban pajak.

Pilarmas menilai langkah pemerintah yang berfokus pada perluasan basis pajak melalui peningkatan kepatuhan dan digitalisasi. Sehingga akan lebih mendukung pertumbuhan ekonomi dibandingkan menaikkan tarif pajak.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....