IHSG Ditutup pada Zona Hijau ke Level 5.924,36

  • 10 Jul 2026 16:40 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • IHSG ditutup menguat 11,92 poin atau 0,2 persen ke level 5.924 pada perdagangan Jumat, 10 Juli 2026
  • Sebanyak 364 saham menguat, 241 melemah, dan 185 stagnan dengan nilai transaksi mencapai Rp8,8 triliun

RRI.CO.ID, Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berakhir menguat di penutupan sesi perdagangan Jumat, 10 Juli 2026. Pergerakan terlihat setelah IHSG ditutup pada posisi 5.924,36 atau naik 11,92 poin (0,2 persen).

Berdasarkan data perdagangan, IHSG sempat bergerak dan menyentuh posisi terendah pada 5.887,83 hari ini. Pada awal perdagangan, IHSG dibuka menguat ke level 5.936,04.

Pergerakan IHSG didominasi 364 saham menguat, 241 saham melemah, dan 185 saham stagnan. Sementara, aktivitas perdagangan tercatat dengan nilai transaksi mencapai 8,8 triliun rupiah.

Untuk volume saham yang diperdagangkan mencapai 18,5 miliar lembar. Dengan frekuensi lebih dari 1,9 juta kali transaksi.

Tim Analis Pilarmas Investindo Sekuritas menilai penguatan IHSG didorong sentimen positif dari perkembangan geopolitik global. Optimisme pasar meningkat setelah muncul harapan berlanjutnya negosiasi perdamaian antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.

"Jelang akhir pekan ini, indeks IHSG dan bursa regional Asia bergerak menguat. AS dan Iran akan melanjutkan negosiasi perdamaian," tulis Tim Analis Pilarmas Investindo Sekuritas dalam analisanya, Jumat, 10 Juli 2026.

Menurut Pilarmas, optimisme tersebut juga didukung sinyal Presiden AS Donald Trump yang tetap melanjutkan proses negosiasi perdamaian dengan Iran. Iran juga dilaporkan berupaya melakukan negosiasi guna meredakan kekhawatiran terhadap gangguan pasokan berkepanjangan dan tekanan inflasi.

Dari dalam negeri, pasar turut merespons proyeksi Dana Moneter Internasional (IMF) terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia. Dalam laporan World Economic Outlook (WEO) Juli 2026, IMF mempertahankan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5,0 persen pada 2026 dan 5,1 persen pada 2027.

Pilarmas menilai proyeksi tersebut menunjukkan perekonomian Indonesia tetap tangguh di tengah perlambatan ekonomi global. Kondisi tersebut dinilai mencerminkan pertumbuhan yang realistis dibandingkan sejumlah negara di kawasan Asia maupun ekonomi besar dunia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....