IHSG Menguat Tipis 12,32 Poin di Akhir Perdagangan Sesi I Kamis Siang
- 09 Jul 2026 13:43 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- IHSG di penutupan Sesi I berada di level 5.885,69 dengan kenaikan 12 poin atau 0,21 persen dari pembukaan pagi.
- Emiten yang terpantau dominan hijau mencapai 319 saham, sementara 268 saham turun dan 199 saham tidak berubah.
- IHSG berpotensi melemah terbatas dengan support dan resistance di kisaran 5.640-6.000.
RRI.CO.ID, Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berbalik menguat pada akhir perdagangan sesi I, Kamis, 9 Juli. Indeks mengalami kenaikan tipis ke level 5.885,69, atau 12,32 poin, setara 0,21 persen dibandingkan saat pembukaan pagi ini.
Sepanjang perdagangan sesi I, IHSG terpantau sempat menyentuh level terendahnya di 5.839,66. Sementara tertingginya mencapai 5,904,39.
Untuk nilai transaksi perdagangan hingga jeda siang mencapai angka Rp 6 triliun. Sementara volume perdagangan saham mencapai 16,6 miliar lembar pada bursa hari ini.
Emiten juga terpantau kembali dominan hijau, yakni mencapai 319. Sementara itu, 268 saham terpantau harganya turun dan 199 saham lainnya tidak mengalami perubahan.
Sementara itu, tekanan akibat kembali meningkatnya eskalasi konflik antara AS dan Iran mengakibatkan harga minyak kembali mengalami kenaikan. Minyak WTI naik ke level 74,48 dolar AS per barel. Sedangkan minyak Brent naik hingga ke level 78,02 dolar per barel.
"Kondisi ini kemungkinan memberi ruang bagi The Fed untuk menaikkan tingkat suku bunga ke depannya," kata tim analis Pilarmas Investindo Sekuritas. Hal tersebut tentunya juga akan memberikan tekanan kepada pelaku pasar dan investor pada perdagangan hari ini.
Investor masih memantau pergerakan harga minyak, nilai tukar rupiah, dan arus dana asing sebagai indikator pasar jangka pendek. Beberapa riset memperkirakan IHSG akan bergerak bervariasi, cenderung melemah sepanjang perdagangan hari ini, rata-rata di bawah psikologis 6.000.
"Kami memperkirakan IHSG berpotensi melemah terbatas. Dengan support dan resistance di kisaran 5.640-6.000," kata tim Pilarmas Investindo.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....