Tekanan Dolar AS Berlanjut, Rupiah Makin Dekat ke Level Rp18 Ribu

  • 02 Jul 2026 10:20 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Mengacu data Bloomberg, pada rupiah turun lagi 0,17 persen atau 31 poin menjadi Rp17.983 per dolar AS
  • Analis Pasar Uang dari Doo Financial Futures, Lukman Leong mengatakan, tekanan dolar AS terhadap rupiah masih akan tinggi
  • Ekspektasi pasar akan kenaikan suku bunga the Fed meningkat jelang rilis data pekerjaan di AS

RRI.CO.ID, Jakarta - Nilai tukar rupiah terus menyusut hingga pembukaan perdagangan hari ini, karena tekanan dolar AS. Mengacu data Bloomberg, pada rupiah turun lagi 0,17 persen atau 31 poin menjadi Rp17.983 per dolar AS.

Sedangkan pada penutupan perdagangan Rabu kemarin, nilai tukar rupiah juga turun ke level Rp17.952 per dolar AS. Analis Pasar Uang dari Doo Financial Futures, Lukman Leong mengatakan, tekanan dolar AS terhadap rupiah masih akan tinggi.

"Rupiah diperkirakan masih tertekan dolar AS di tengah kenaikan imbal hasil obligasi AS. Kenaikan imbal hasil didorong oleh ekspektasi kenaikan suku bunga the Fed," kata Lukman dalam analisisnya, Kamis, 2 Juli 2026.

Lukman mengatakan, ekspektasi pasar akan kenaikan suku bunga the Fed meningkat jelang rilis data pekerjaan di AS. Pasar sedang menunggu data terbaru pekerjaan non-pertanian atau Non-Farm Payrolls (NFP) malam ini.

"Sentimen domestik juga masih belum pulih dari tekanan jual investor asing di pasar modal," ucap Lukman. Pada Rabu kemarin, terjadi aliran modal keluar dari pasar saham sebesar Rp548 miliar.

Pasar mencermati rilis data Purchasing Managers' Index (PMI) bulan Juni yang berada di level kontraksi. Index S&P Global Manufacturing menunjukkan indeks manufaktur Indonesia di level 46,9 di bawah batas angka zona ekspansi 50.

Selain itu, neraca perdagangan Indonesia pada bulan Mei 2026 mengalami defisit. Sedangkan inflasi bulan Juni naik dipicu kenaikan harga BBM.

Lukman memperkirakan nilai tukar rupiah hari ini akan bergerak di kisaran Rp17.900-Rp18.050 per dolar AS. Sementara itu, indeks dolar AS bergerak di rentang 101,3-101,4.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....