IHSG Ditutup Melemah 2,67 Persen Pada Perdagangan Hari Ini
- 30 Jun 2026 16:45 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- IHSG ditutup melemah 1,23 persen ke level 6.130,19 dengan mayoritas saham berada di zona merah.
- Pelemahan pasar dipengaruhi minimnya katalis positif serta kehati-hatian investor menjelang rilis data makro domestik.
- Pelaku pasar juga mencermati usulan tambahan anggaran Rp984 triliun dan rencana pembentukan Dewan Kawasan Industri Nasional (DKIN).
RRI.CO.ID, Jakarta — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah pada perdagangan Selasa, 30 Juni 2026. Pada akhir sesi II, IHSG berada di level 5.665,17 atau turun sebesar 155,62 poin (2,67 persen).
Sejak awal perdagangan, IHSG bergerak di zona merah setelah dibuka pada level 5.801,45. Indeks juga sempat menyentuh posisi terendah di level 5.638,57 sebelum akhirnya ditutup melemah.
Sepanjang perdagangan, IHSG bergerak fluktuatif dan cenderung di area negatif. Sebanyak 569 saham melemah, 131 saham menguat, dan 98 saham stagnan.
Nilai transaksi tercatat mencapai lebih dari Rp14,91 triliun. Sementara volume perdagangan mencapai 22 miliar lembar saham dengan frekuensi lebih dari 1,6 juta kali transaksi.
Sebelumnya, perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) diprakirakan masih bergerak lesu. IHSG diperkirakan bergerak 'sideways' karena minim sentimen positif jangka pendek.
"Katalis positif dalam jangka pendek minim, disertai tingginya kehati-hatian investor menjelang rilis data makro domestik. IHSG diprakirakan akan bergerak 'sideways' di rentang 5.700–5.900 pada perdagangan hari ini," kata Tim Analis Phintraco Sekuritas, Selasa, 30 Juni 2026.
Pada perdagangan Senin sebelumnya, IHSG ditutup turun 1,28 persen ke level 5.820,79. Pelemahan tersebut juga disertai aksi jual bersih investor asing (net sell) sebesar Rp854 miliar.
Tim Analis Phintraco Sekuritas juga mencermati usulan tambahan anggaran belanja Kementerian/Lembaga. Nilainya mencapai Rp984 triliun untuk tahun anggaran 2027.
"Badan Anggaran DPR menyatakan usulan tersebut akan disampaikan secara resmi kepada Menteri Keuangan. Supaya dipertimbangkan dalam penyusunan RAPBN 2027," ujar Tim Phintraco.
Jika disetujui, tambahan anggaran tersebut berpotensi meningkatkan belanja negara secara signifikan. Kondisi itu dinilai dapat memperlebar defisit APBN.
Selain itu, pemerintah berencana membentuk Dewan Kawasan Industri Nasional (DKIN). Dewan tersebut akan menjadi forum koordinasi lintas kementerian dan lembaga dalam pengembangan kawasan industri.
DKIN akan dipimpin langsung oleh presiden sebagai ketua. Wakil presiden menjadi wakil ketua dan menteri perindustrian bertindak sebagai ketua harian.
Keanggotaan DKIN akan melibatkan kementerian, lembaga terkait, serta para pemangku kepentingan. Pemerintah berharap dewan tersebut mampu memperkuat koordinasi pengembangan kawasan industri nasional.
Menurut Tim Phintraco, pembentukan DKIN berpotensi meningkatkan daya saing industri apabila diimplementasikan secara optimal. "Di sisi lain, pembentukan lembaga baru dikhawatirkan bertentangan dengan semangat penyederhanaan birokrasi pemerintah," ucapnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....