IHSG Melemah di Jeda Siang Perdagangan berada di Level 5679,75

  • 30 Jun 2026 12:10 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • IHSG melemah 2,42 persen ke level 5.679,75 pada penutupan sesi pertama perdagangan Selasa, 30 Juni 2026
  • Investor masih bersikap hati-hati menjelang rilis data makro domestik dan minimnya katalis positif jangka pendek
  • Analis menilai rencana tambahan anggaran 2027 serta pembentukan DKIN menjadi sentimen yang dicermati pasar

RRI.CO.ID, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah saat jeda siang perdagangan Selasa, 30 Juni 2026. Pada penutupan sesi pertama, IHSG turun 2,42 persen atau 141,04 poin ke level 5679,75.

Indeks sempat menyentuh level tertinggi di angka 5811,67. Sedangkan, untuk angka terendah berada di level 5638,58.

Sebelumnya, IHSG dibuka melemah pada perdagangan. Pada awal sesi perdagangan, IHSG berada di zona merah level 5.801,45 atau turun 19,34 poin (0,33 persen) dibandingkan penutupan sehari sebelumnya.

"Katalis positif dalam jangka pendek minim, disertai tingginya kehati-hatian investor menjelang rilis data makro domestik. IHSG diprakirakan akan bergerak 'sideways' di rentang 5.700–5.900 pada perdagangan hari ini," kata Tim Analis Phintraco Sekuritas, Selasa, 30 Juni 2026.

Sementara itu dalam perdagangan Senin kemarin, IHSG turun 1,28 persen ke level 5.820, 79. Aliran keluar modal asing masih terjadi, dengan net sell (jual bersih) saham oleh investor asing sebesar Rp854 miliar.

Tim Analis Phintraco Sekuritas mencermati tambahan anggaran belanja yang diajukan oleh Kementerian/Lembaga. Tambahan anggaran tersebut mencapai Rp984 triliun untuk tahun anggaran 2027.

"Badan Anggaran DPR menyatakan usulan tersebut akan disampaikan secara resmi kepada Menteri Keuangan. Supaya dipertimbangkan dalam penyusunan RAPBN 2027," ujar Tim Phintraco.

Jika disetujui, penambahan anggaran belanja ini akan membuat pos pengeluaran di APBN mengalami kenaikan signifikan. Sehingga berisiko memperlebar defisit APBN.

Pemerintah juga berencana membentuk Dewan Kawasan Industri Nasional (DKIN). Dewan ini sebagai forum koordinasi lintas kementerian dan lembaga untuk memperkuat pengelolaan serta pengembangan kawasan industri.

DKIN ini dipimpin langsung oleh presiden sebagai ketua, wakil presiden sebagai wakil ketua, dan menteri perindustrian sebagai ketua harian. Anggota yang berasal dari kementerian/lembaga terkait serta pemangku kepentingan atau perwakilan pemangku kepentingan.

Menurut Tim Phintraco, jika diimplementasikan secara baik, DKIN dapat menyelesaikan hambatan lintas sektoral sehingga dapat meningkatkan daya saing. "Di sisi lain, pembentukan lembaga baru dikhawatirkan bertentangan dengan semangat penyederhanaan birokrasi pemerintah," ucapnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....