Selat Hormuz Kembali Beraktivitas, Rupiah Berhasil Menguat di Akhir Pekan
- 26 Jun 2026 21:58 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Mengacu data Bloomberg, rupiah naik 0,12 persen atau 21 poin menjadi Rp17.922 per dolar AS dalam penutupan perdagangan hari ini
- Sejak Selat Hormuz dibuka kembali, aktivitas kapal-kapal mulai meningkat meski dibayangi oleh kesepakatan AS-Iran yang rapuh
- Di dalam negeri, pelaku pasar merespons positif kebijakan pemerintah melakukan efisiensi anggaran untuk program MBG
RRI.CO.ID, Jakarta - Nilai tukar rupiah berhasil menguat terhadap dolar AS dalam penutupan perdagangan hari ini. Mengacu data Bloomberg, rupiah naik 0,12 persen atau 21 poin menjadi Rp17.922 per dolar AS.
Perkembangan di Selat Hormuz mempengaruhi sentimen pasar uang di akhir pekan ini. Sejak Selat Hormuz dibuka kembali, aktivitas kapal-kapal mulai meningkat meski dibayangi oleh kesepakatan AS-Iran yang rapuh.
"Pengiriman minyak mentah melalui Selat Hormuz ke level tertinggi sejak pecah konflik AS-Israel dengan Iran," kata Analis Pasar Uang, Ibrahim Assuaibi, Jumat, 26 Juni 2026. Tapi jumlah kapal yang melintas masih lebih sedikit dibandingkan sebelum konflik yang bisa mencapai 125 kapal.
Sementara itu, terjadi insiden kapal berbendera Singapura terkena proyektil tak dikenal dekat perairan Oman. Amerika Serikat menuding militer Iran yang menembaki kapal tersebut saat melintasi Selat Hormuz.
Sentimen pasar juga dipengaruhi oleh data inflasi AS bulan Mei 2026. Biro Analisis Ekonomi AS melaporkan, inflasi atau indeks harga pengeluaran konsumsi pribadi (PCE) inti sebesar 3,4 persen.
Sedangkan inflasi PCE nya naik menjadi 4,1 persen dari 3,8 persen secara tahunan di bulan April 2026. Secara bulanan, inflasi PCE tetap 0,3 persen.
Melihat data tersebut, CME Fed Watch Tool menunjukkan ekspektasi penurunan suku bunga menurun. Sedangkan ekspektasi bahwa the Fed akan mempertahankan suku bunga, semakin meningkat.
Di dalam negeri, pelaku pasar merespons positif kebijakan pemerintah melakukan efisiensi anggaran untuk program MBG. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan, pemangkasan anggaran MBG sangat penting guna menjaga defisit anggaran tidak terlalu lebar.
Anggaran Badan Gizi Nasional (BGN) pada APBN 2026 telah disesuaikan. Pagu anggaran MBG telah dipangkas dari rencana awal sebesar Rp335 triliun menjadi Rp268 triliun.
"Berdasarkan penyesuaian terbaru, alokasi tersebut dilaporkan kembali mengalami pemotongan menjadi sekitar Rp228,38 triliun. Pemerintah mengkaji opsi pemotongan tambahan hingga Rp50 triliun untuk memperkuat kondisi keuangan negara," ujar Ibrahim.
Pemangkasan anggaran MBG disertai perbaikan tata kelola dan Sumber Daya Manusia. Serta pengawasan realisasi anggaran nya di lapangan.
'Disisi lain, Bank Indonesia (BI) memperkuat intervensi pasar secara agresif melalui tiga lini utama. Yakni di pasar spot, di pasar Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF), dan pasar Surat Berharga Negara (SBN)," ucap Ibrahim menutup analisisnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....