Akhir Perdagangan Sesi I, IHSG Turun 1,62 Persen di Level 6.002,2

  • 24 Jun 2026 14:06 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • IHSG ditutup melemah 1,62 persen ke level 6.002,2 pada sesi I.
  • Mayoritas saham bergerak di zona merah dengan 426 saham turun,
  • Indonesia tetap berstatus Emerging Market menurut MSCI, namun mendapat peringatan untuk mempercepat reformasi pasar modal guna menghindari risiko turun ke Frontier Market.

RRI.CO.ID, Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup di level 6.002,2 pada akhir perdagangan sesi I hari ini. Indeks terpantau melemah hingga 1,62 persen atau sekitar 99 poin.

Sepanjang perdagangan sesi I, IHSG sempat menyentuh level terendahnya di bawah level psikologis enam ribu, yakni mencapai 5.993. Sementara tertingginya mencapai 6.171,38.

Untuk nilai transaksi perdagangan hingga jeda siang ini juga tidak jauh berbeda dibanding hari sebelumnya, yakni mencapai angka Rp 6,7 triliun. Sementara volume perdagangan saham mencapai 12,2 miliar lembar pada bursa hari ini.

Saham emiten juga terpantau dominan merah yakni mencapai 426. Sementara itu 201 saham terpantau harganya naik dan 172 saham lainnya tidak mengalami perubahan.

Saat ini, Indeks diprediksi melemah terbatas hingga perdagangan sesi kedua nanti. Di mana level support dan resistance berada di rentang 6.050 – 6.220.

Kemudian, setelah menanti rapor dari MSCI kemarin, pada akhirnya, Indonesia ditetapkan masih menjadi negara dengan kelas Emerging Market. Namun para analis mengatakan, Indonesia tetapi diberi peringatan untuk segera melakukan perubahan dan reformasi pasar modal.

Berdasarkan informasi dari MSCI, pelaku pasar dan investor menyampaikan kekhawatiran. Terutama mengenai kelayakan investasi yang bersumber dari masalah ini.

Apabila tidak ada kemajuan yang terlihat dalam tinjauan indeks bulan November 2026 mendatang, MSCI akan mempertimbangkan berbagai opsi bagi pasar Indonesia. Tak menutup kemungkinan Indonesia berpotensi untuk terkena reklasifikasi atau keluar dari kelas Emerging Market menjadi Frontier Market.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....