Rupiah Makin Loyo terhadap Dolar AS, Kembali Dekati Level Rp18.000
- 24 Jun 2026 09:59 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Menurut pantauan Bloomberg, rupiah turun 0,57 persen ke posisi Rp17.960 per dolar AS dalam pembukaan perdagangan Rabu 24 Juni 2026.
RRI.CO.ID, Jakarta – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) makin merosot mendekati level Rp18.000 per dolar AS. Menurut Bloomberg, rupiah turun 0,57 persen ke posisi Rp17.960 per dolar AS pada pembukaan perdagangan Rabu 24 Juni 2026.
Sehari sebelumnya, rupiah juga ditutup melemah 0,09 persen ke posisi Rp17.859 per dolar AS. “Rupiah diprakirakan masih akan melemah terhadap dolar AS,” kata Analis Pasar Uang Doo Financial Futures, Lukman Leong.
Menurut dia, dolar AS semakin menguat di tengah sentimen risk off global yang kuat. Pelaku pasar cenderung menghindari risiko karena kekhawatiran tingginya tingkat suku bunga.
Pasar memperkirakan The Fed akan menaikkan suku bunga acuannya karena inflasi yang naik di atas target 2 persen. Sinyal kenaikan suku bunga sudah diberikan Ketua The Fed, Kevin Warsh, usai rapat pimpinan pekan lalu.
Namun, Lukman mengatakan MSCI telah memberikan kabar baik dengan mempertahankan status emerging market untuk pasar ekuitas Indonesia. “Hal ini bisa mendorong penguatan rupiah,” ucapnya.
Prediksi Lukman, nilai tukar rupiah akan bergerak di kisaran Rp17.800-Rp17.950 per dolar AS. Sementara itu, indeks dolar AS akan berada di level 101,44 atau menguat 0,4 persen dari sebelumnya.
Ini merupakan level tertinggi indeks dolar AS sejak Mei 2025. Ekspektasi suku bunga, indikator ekonomi AS, serta perkembangan geopolitik menjadi faktor penguat mata uang negara itu.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....