IHSG Turun hingga ke Level 6096,5 pada Sesi Pertama Perdagangan
- 23 Jun 2026 09:20 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- IHSG dibuka turun 20,19 poin ke level 6.096,5 dan berpotensi melanjutkan pelemahan terbatas.
RRI.CO.ID, Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) langsung melorot pada pembukaan perdagangan Selasa, 23 Juni 2026. Pada awal sesi pertama, IHSG berada di level 6096,5 atau turun sekitar 20,19 poin (0,33 persen) dibandingkan sebelumnya.
IHSG diperkirakan masih akan melemah pada perdagangan Selasa 23 Juni 2026. Hal ini dipengaruhi pergerakan indeks harga saham global dan sentimen pasar menjelang rilis laporan MSCI.
Sehari sebelumnya, IHSG ditutup turun 0,98 persen atau 60,45 poin ke level 6.116,69. Ini disertai net sell (jual bersih) saham oleh investor asing senilai Rp1,11 triliun.
Saham yang paling banyak dijual asing adalah BBRI, TPIA, BBNI, TLKM dan BMRI. “IHSG berpotensi melanjutkan pelemahan terbatas di area support 6.080-6.065," kata Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman.
Sementara itu, bursa saham Amerika Serikat (AS) anjlok pada penutupan perdagangan Senin 22 Juni 2026. Hal ini dipicu aksi jual besar-besaran pada saham teknologi big cap (berkapital besar).
Sedangkan bursa saham Asia ditutup beragam, dipengaruhi perkembangan negosiasi damai AS dan Iran di Swiss. Delegasi Iran melakukan walk out saat negosiasi setelah Presiden AS, Donald Trump, kembali mengancam Teheran.
Sementara itu, bank sentral Tiongkok atau People’s Bank of China (PBOC) mempertahankan suku bunga acuan pinjaman sesuai ekspektasi. Suku bunga LPR tenor satu tahun dipertahankan di level 3 persen, dan LPR tenor lima tahun tetap di level 3,5 persen.
Di dalam negeri, pelaku pasar cenderung menunggu rilis Annual Market Classification Review dari Morgan Stanley Capital International (MSCI). Pengumuman review klasifikasi bursa tersebut akan disampaikan pada Rabu 24 Juni 2026.
“Ini akan memastikan apakah pasar modal Indonesia masih masuk kategori emerging market," kata Tim Analis Phintraco Sekuritas. Selain itu, pasar menunggu hasil review Standard & Poor’s (S&P) Global Standards terhadap peringkat Indonesia.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....