IHSG ditutup menguat tipis 0,08 Persen di Level 6,177 setelah Bergerak 'Sideways'

  • 20 Jun 2026 01:15 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • IHSG ditutup menguat tipis 0,08 persen ke level 6.177,13 pada perdagangan 19 Juni 2026, setelah sempat bergerak di zona merah sepanjang sesi.
  • Sektor infrastruktur menjadi penggerak utama kenaikan dengan penguatan 1,61 persen, sementara sektor properti dan real estate menjadi yang terlemah.
  • Pasar merespons positif laporan MSCI 2026, meski Indonesia masih mendapat catatan terkait transparansi kepemilikan saham dan akses informasi bagi investor asing.

RRI.CO.ID, Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berbalik menguat pada penutupan perdagangan Jumat, 19 Juni 2026. IHSG ditutup di level 6.177,13 atau naik tipis 0,08 persen dibandingkan penutupan sebelumnya pada Sesi I.

Hal ini terjadi setelah IHSG sempat bergerak di zona merah sepanjang sesi perdagangan. Pada awal perdagangan, indeks dibuka cukup rendah di level 6.161,45.

Sektor infrastruktur paling kuat naiknya, yakni sekitar 1,61 persen. Sementara sektor properti & real estate 1,86 persen dan berada di posisi terendah.

Mayoritas saham yang diperdagangkan juga mengalami pelemahan. Sebanyak 342 saham ditutup turun, sementara 332 saham menguat dan 141 saham lainnya bergerak stagnan.

Melansir analisis Pilarmas Investindo Sekuritas, sepanjang jam perdagangan hari ini, saham yang mengalami penguatan terbesar diantaranya SDMU, BCIC, ZONE, SMMT, MORA. Sedangkan saham-saham yang mengalami penurunan terbesar diantaranya MLPT, BNLI, TRIN, SURE, RISE.

Aktivitas perdagangan berlangsung cukup ramai sepanjang hari. Nilai transaksi tercatat mencapai Rp26,43 triliun dengan volume perdagangan sekitar 32,2 miliar lembar saham.

Frekuensi transaksi juga tergolong tinggi dengan lebih dari 1,7 juta kali transaksi. Kondisi tersebut menunjukkan minat pelaku pasar yang tetap aktif meski indeks berakhir melemah.

Sesuai dengan yang diperkirakan IHSG bergerak konsolidasi. Namun respon investor terhadap laporan MSCI 2026 Global Market Accessibility Review cukup positif.

"Dalam laporan tersebut, Indonesia masih masuk dalam kategori Emerging Market. Namun Indonesia masih mencatatkan penilaian negatif dalam masalah transparansi kepemilikan saham dan perdagangan terkoordinasi yang menganggu pembentukan harga pasar yang wajar," kata tim Analis Phintraco Sekuritas.

Selain itu MSCI juga mencatat kurangnya informasi dalam bahasa Inggris bagi investor asing. Selanjutnya MSCI akan mengumumkan Annual Market Classification Review pada 24 Juni 2026.

Sementara itu Rupiah melemah 0.06 persen di level Rp17,804 per dolar AS, seiring dengan pelemahan mayoritas mata uang Asia akibat penguatan dolar AS karena indikasi kenaikan suku bunga the Fed tahun ini. Secara teknikal, IHSG diperkirakan berpotensi masih bergerak sideways pada kisaran 6.100-6.2

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....