Mengapa Obligasi Begitu Diminati Investor? Ini Sederet Keuntungannya
- 17 Jun 2026 10:56 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Tingginya minat investor terhadap obligasi global Danantara membuat masyarakat semakin tertarik memahami manfaat investasi obligasi.
RRI.CO.ID, Jakarta – Penerbitan obligasi global oleh Badan Pengelola Investasi Danantara Indonesia kembali menarik perhatian publik terhadap instrumen investasi tersebut. Permintaan obligasi Danantara ini mencapai lebih tiga kali lipatdari target yang ditetapkan.
Fenomena tersebut memunculkan pertanyaan, terutama investor pemula, mengenai apa sebenarnya keuntungan berinvestasi obligasi. Mengapa instrumen ini begitu diminati oleh investor domestik maupun global?
Secara sederhana, obligasi merupakan surat utang yang diterbitkan pemerintah atau perusahaan untuk memperoleh pendanaan. Investor pembeli obligasi pada dasarnya memberikan pinjaman kepada penerbit dan akan memperoleh imbal hasil berupa kupon atau bunga secara berkala.
Bagi investor pemula, obligasi sering dianggap sebagai instrumen yang cocok untuk membangun portofolio investasi yang lebih stabil. Berikut beberapa keuntungan utama berinvestasi di obligasi dikutip dari laman Bursa Efek Indonesia (BEI):
1. Memberikan Pendapatan Tetap
Salah satu keunggulan utama obligasi adalah adanya pembayaran kupon secara berkala. Investor dapat menerima pendapatan rutin, umumnya setiap tiga atau enam bulan sekali, sesuai ketentuan penerbit.
Hal ini membuat obligasi banyak dipilih oleh investor. Terutama yang menginginkan arus kas lebih pasti dibandingkan instrumen investasi lain.
2. Relatif Lebih Aman
Dibandingkan saham, obligasi umumnya memiliki tingkat fluktuasi yang lebih rendah. Misalnya obligasi pemerintah, pembayaran pokok dan kupon dijamin negara sehingga risikonya relatif kecil.
Meski begitu, investor tetap perlu memperhatikan kualitas penerbit. Terutama pada obligasi korporasi yang memiliki tingkat risiko berbeda-beda.
3. Membantu Diversifikasi Portofolio
Obligasi dapat menjadi penyeimbang dalam portofolio investasi. Ketika pasar saham mengalami tekanan, nilai obligasi cenderung lebih stabil sehingga dapat membantu mengurangi risiko keseluruhan investasi.
4. Potensi Capital Gain
Selain memperoleh kupon, investor juga berpeluang mendapatkan keuntungan dari kenaikan harga obligasi di pasar sekunder. Jika harga obligasi meningkat dan dijual sebelum jatuh tempo, investor dapat memperoleh capital gain.
Peluang ini biasanya muncul ketika suku bunga pasar menurun. Apalagi jika permintaan terhadap obligasi meningkat.
5. Banyak Pilihan Sesuai Profil Risiko
Investor dapat memilih berbagai jenis obligasi sesuai kebutuhan dan tujuan investasi. Mulai dari Surat Utang Negara (SUN), obligasi korporasi, obligasi syariah atau sukuk, hingga obligasi beragun aset.
6. Dapat Digunakan Sebagai Jaminan
Dalam kondisi tertentu, obligasi juga dapat dimanfaatkan sebagai agunan untuk memperoleh fasilitas pinjaman dari lembaga keuangan. Hal ini memberikan fleksibilitas tambahan bagi pemegang obligasi.
7. Membantu Melawan Inflasi
Jika tingkat kupon yang diterima lebih tinggi dibandingkan laju inflasi, maka nilai investasi dapat tetap terjaga. Karena itu, obligasi sering dipilih sebagai salah satu instrumen untuk mempertahankan daya beli dalam jangka panjang.
Meski menawarkan berbagai keuntungan, investor tetap perlu memahami risiko yang menyertai obligasi, seperti risiko gagal bayar penerbit maupun perubahan suku bunga. Oleh karena itu, pemilihan obligasi sebaiknya disesuaikan dengan profil risiko, tujuan investasi, dan jangka waktu yang diinginkan.
Dengan memahami karakteristik dan manfaatnya, obligasi dapat menjadi pilihan investasi yang menarik bagi masyarakat. Terutama bagi yang menginginkan keseimbangan antara potensi keuntungan dan tingkat keamanan investasi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....