Kembali Terpuruk, IHSG Terkoreksi 1,23 Persen pada Penutupan Hari Ini

  • 26 Mei 2026 16:40 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • IHSG diperkirakan bergerak pada support 6.060 hingga 6.170.
  • Investor asing mencatat net sell sebesar Rp2,09 triliun.
  • Sentimen pasar dipengaruhi negosiasi Amerika Serikat dan Iran.

RRI.CO.ID, Jakarta — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah pada perdagangan Selasa, 26 Mei 2026. Pada akhir sesi II, IHSG berada di level 6.132,74 atau turun sebesar 76,15 poin (1,23 persen).

Sejak awal perdagangan, IHSG bergerak di zona merah setelah dibuka pada level 6.201,8. Indeks juga sempat menyentuh posisi terendah di level 6.124,79 sebelum akhirnya ditutup melemah.

Sepanjang perdagangan, IHSG bergerak fluktuatif dan cenderung di area negatif. Sebanyak 447 saham melemah, 241 saham menguat, dan 133 saham stagnan.

Nilai transaksi tercatat mencapai lebih dari Rp17 triliun. Sementara volume perdagangan mencapai 24,38 miliar lembar saham dengan frekuensi lebih dari 1,9 juta kali transaksi.

Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman, mengatakan IHSG berpotensi mengalami koreksi pada perdagangan hari ini. Pada perdagangan sebelumnya, IHSG ditutup menguat sebesar 44,3 poin ke level 6.206,34.

“IHSG berpotensi terkoreksi, di level support IHSG akan bergerak pada rentang 6.060-6.170,” kata Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman, pada Selasa, 26 Mei 2026. Sedangkan di level resistansi, lanjut dia, IHSG akan bergerak pada rentang 6.250-6.270.

Meski IHSG sempat ditutup menguat pada perdagangan sebelumnya, disertai aksi jual bersih investor asing atau net sell sebesar Rp2,09 triliun. Saham yang paling banyak dilepas asing antara lain AMMN, BMRI, AMRT, ANTM, dan TPIA.

Menurut Fanny, sentimen pasar masih akan dipengaruhi peluang tercapainya kesepakatan damai antara Amerika Serikat (AS) dan Iran. “Reuters melaporkan, tim dari Qatar telah terbang ke Teheran dengan koordinasi AS guna membantu tercapainya kesepakatan,” ucapnya.

Sementara itu, harga minyak Brent tercatat naik 0,9 persen menjadi 103,54 dolar AS per barel. Harga minyak WTI juga menguat sekitar 0,3 persen menjadi 96,60 dolar AS per barel.

Di kawasan Asia, mayoritas bursa saham ditutup menguat pada perdagangan Senin, 25 Mei 2026. Indeks Nikkei 225 Jepang tercatat naik 2,87 persen, Taiex Taiwan menguat 3,26 persen, dan CSI 300 Tiongkok meningkat 1,58 persen.

"Pasar saham di Asia merespons positif pernyataan pejabat AS terkuat adanya kesepakatan dengan Iran. Apalagi dengan adanya peluang untuk membuka kembali jalur perdagangan minyak utama dunia, Selat Hormuz,” kata Fanny.

Meski demikian, Fanny menilai pasar masih mencermati proses negosiasi lanjutan antara Iran dan negara-negara Barat. Sejumlah poin utama seperti pengayaan uranium Iran dan pembukaan blokir dana Teheran masih menjadi pembahasan yang belum selesai.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....