OJK Perkuat Struktur Industri Perbankan Syariah Nasional

  • 16 Mei 2026 19:05 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Aset perbankan syariah tumbuh 10,49 persen menjadi Rp1.061,61 triliun.
  • OJK targetkan terbentuk satu Bank Umum Syariah (BUS) baru hasil spin-off tahun ini.
  • Konsolidasi 21 BPR Syariah ditargetkan menghasilkan sembilan entitas lebih kuat.

RRI.CO.ID, Jakarta – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus memperkuat struktur industri perbankan syariah nasional. Langkah tersebut dilakukan melalui implementasi Roadmap Pengembangan dan Penguatan Perbankan Syariah Indonesia (RP3SI) 2023–2027.

Hingga Maret 2026, industri perbankan syariah mencatat pertumbuhan aset sebesar 10,49 persen secara tahunan. Nilainya mencapai Rp1.061,61 triliun.

Pembiayaan perbankan syariah juga tumbuh 9,82 persen menjadi Rp716,40 triliun. Dana pihak ketiga meningkat 11,14 persen menjadi Rp811,76 triliun.

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae, mengatakan pertumbuhan tersebut menjadi momentum penting transformasi industri. Menurutnya, penguatan dilakukan untuk meningkatkan daya saing perbankan syariah nasional.

“Pengembangan dan penguatan perbankan syariah dilakukan secara menyeluruh melalui penguatan struktur industri. Selain itu, dilakukan pengembangan produk dan layanan, serta penguatan kontribusi terhadap perekonomian nasional,” ujar Dian dalam keterangan pers pada Sabtu, 16 Mei 2026.

Dalam penguatan struktur industri, kini terdapat tiga bank syariah besar yang masuk Kelompok Bank Berdasarkan Modal Inti (KBMI) 2 dan 3. OJK juga menargetkan terbentuk satu Bank Umum Syariah baru dari proses spin-off tahun ini.

Selain itu, konsolidasi industri juga berlangsung di sektor BPR Syariah. Sebanyak 21 BPR dan BPR Syariah digabungkan menjadi sembilan entitas yang lebih kuat dan efisien.

“Penguatan struktur ini penting untuk meningkatkan ketahanan industri. Serta memperbesar kapasitas layanan perbankan syariah nasional,” katanya.

Langkah tersebut dinilai memperkuat ketahanan industri perbankan syariah nasional. Program itu juga menjadi implementasi pilar pertama RP3SI terkait penguatan struktur dan ketahanan industri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....