IHSG Masih Dibayangi Koreksi, Sentuh Level 6.807,13 saat Jeda Siang
- 12 Mei 2026 12:05 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- IHSG turun 1,43 persen ke level 6.807,13 pada jeda siang perdagangan Selasa, 12 Mei 2026
- Phintraco Sekuritas menilai sentimen negatif dipicu rencana penerapan tarif royalti tambang
- Investor mencermati aliran modal asing, data ritel Bank Indonesia, dan pengumuman indeks MSCI
RRI.CO.ID, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah saat jeda siang perdagangan Selasa, 12 Mei 2026. Hingga penutupan sesi pertama, IHSG turun 1,43 persen atau 98,49 poin ke level 6.807,13, setelah dibuka pada angka 6.946,84.
Indeks sempat menyentuh level tertinggi di angka 6.977,29. Sedangkan, untuk angka terendah berada di level 6.802,8.
Pelemahan IHSG terjadi di tengah tekanan sentimen pasar dan aliran keluar modal asing dari pasar domestik. Tim Analis Phintraco Sekuritas menyebut kondisi tersebut membuat pergerakan indeks masih dibayangi potensi koreksi lanjutan dalam jangka pendek.
“IHSG berpotensi melanjutkan penurunan dan menguji level 6.750-6.850,” kata Tim Analis Phintraco Sekuritas, Senin, 12 Mei 2026. Sentimen negatif pasar dipengaruhi rencana penerapan tarif royalti tambang oleh pemerintah.
Implementasi kebijakan tersebut memang masih ditunda pemerintah hingga beberapa waktu mendatang. Namun, aturan tarif royalti tambang dipastikan tetap berlaku mulai awal Juni 2026.
“Jika diberlakukan, tarif royalti akan dikenakan untuk komoditas tembaga, timah, nikel, emas dan perak,” ujarnya. Di sisi lain, pelaku pasar juga mencermati indeks keyakinan konsumen April 2026 yang relatif stabil di level 123.
Menurut tim, kondisi ini dinilai mencerminkan persepsi masyarakat terhadap ekonomi yang mulai membaik. Perbaikan tersebut tercermin dari kenaikan penjualan sepeda motor domestik sebesar 28,1 persen secara tahunan pada April 2026.
Kenaikan itu dipengaruhi normalisasi aktivitas masyarakat setelah periode libur Hari Raya Idulfitri. “Ini terutama disebabkan normalisasi setelah pada bulan sebelumnya terdapat libur Hari Raya Idulfitri,” ucap tim.
Selain itu, investor juga menantikan rilis data penjualan ritel April 2026 dari Bank Indonesia. Pasar turut mencermati pengumuman indeks global dari lembaga pemeringkat Morgan Stanley Capital International (MSCI).
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....