IHSG Dibuka Naik ke Level 7.160, Berpeluang Uji Resistansi di 7.150

  • 07 Mei 2026 09:26 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka naik pada perdagangan Kamis, 7 Mei 2026, ke leevel 7.160,78.
  • Perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) diprakirakan masih bergerak dinamis.

RRI.CO.ID, Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka naik pada perdagangan Kamis 7 Mei 2026. Pada awal sesi pertama, IHSG berada pada level 7.160,78 atau naik 68,32 poin (90,96 persen) dibandingkan sehari sebelumnya.

Perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) diprakirakan masih bergerak dinamis. Sebelumnya pada Rabu, 6 Mei 2026, IHSG ditutup menguat 0,5 persen ke level 7.092.

“IHSG berpotensi akan menguji level resistansi pada 7.100-7150,” ujar Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman. Namun, lanjut dia, jika gagal menembus level tersebut, IHSG berisiko kembali terkoreksi.

Menurut Fanny, IHSG diperkirakan bergerak pada rentang support 6.950 hingga 7.000. Sementara pada level resistansi diproyeksikan berada pada kisaran 7.100 hingga 7.150.

Penguatan IHSG juga masih dibayangi aksi jual bersih investor asing. Nilai net sell asing tercatat mencapai Rp484 miliar pada perdagangan sebelumnya.

Saham yang paling banyak dilepas investor asing antara lain BMRI, BRPT, BBCA, CUAN, dan TPIA. Secara umum, aksi jual asing masih menjadi perhatian pelaku pasar domestik.

Di sisi lain, bursa saham global justru mencatat penguatan signifikan. Kondisi ini dipicu sentimen positif terkait perkembangan konflik Amerika Serikat dan Iran.

“Indeks saham di Wall Street, AS, naik signifikan,” ujar Fanny. Ia menyebut indeks S&P 500 dan Nasdaq kembali mencetak rekor tertinggi.

Fanny menjelaskan optimisme pasar meningkat seiring harapan tercapainya kesepakatan damai antara Washington dan Teheran. Indeks S&P 500 naik 1,46 persen, Nasdaq Composite menguat 2,02 persen, dan Dow Jones naik 1,24 persen.

Namun, sentimen pasar dinilai masih rapuh akibat pernyataan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Trump menyebut kesepakatan damai belum sepenuhnya pasti tercapai.

“Jika mereka tidak setuju, pemboman akan dimulai kembali dengan skala yang jauh lebih besar,” ujar Trump melalui Truth Social. Pernyataan itu memunculkan kekhawatiran baru terhadap potensi eskalasi konflik.

Sementara itu, mayoritas bursa saham Asia-Pasifik juga bergerak menguat. Indeks Kospi Korea Selatan bahkan mencatat kenaikan signifikan hingga 6,45 persen.

Indeks Hang Seng Hong Kong menguat 1,22 persen dan Taiex Taiwan naik 0,91 persen. Sedangkan indeks ASX 200 Australia tercatat menguat 1,30 persen.

“Saham-saham unggulan seperti Samsung Electronics dan SK Hynix mencapai rekor tertinggi,” kata Fanny. Menurutnya, kedua saham tersebut masing-masing melonjak lebih dari 14 persen dan 10 persen.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....