Penguatan Berlanjut, Rupiah Ditutup Naik 36 Poin

  • 06 Mei 2026 16:55 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Mengacu data Bloomberg, rupiah terpantau naik 0,21 persen atau 36 poin menjadi Rp17.387 per dolar AS dalam penutupan perdagangan hari ini
  • , rupiah menguat karena pasar merespon positif pernyataan Presiden Trump yang mengatakan akan menghentikan sementara ‘Prokject Freedom’ di Selat Hormuz
  • Di dalam negeri, pelaku pasar mencermati pernyataan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa yang mengatakan pertumbuhan ekonomi mulai menunjukkan percepatan

RRI.CO.ID, Jakarta – Penguatan mata uang rupiah terhadap dolar AS berlanjut hingga penutupan perdagangan hari ini. Mengacu data Bloomberg, rupiah terpantau naik 0,21 persen atau 36 poin menjadi Rp17.387 per dolar AS.

Analis Pasar Uang, Ibrahim Assuaibi mengatakan, rupiah menguat karena pasar merespon positif pernyataan Presiden Trump. “Trump mengatakan akan menghentikan sementara ‘Prokject Freedom’ di Selat Hormuz dengan alasan kemajuan menuju kesepakatan dengan Iran,” ujarnya, Rabu, 6 Mei 2026.

Namun Trump menyatakan blokadenya terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran tetap berlanjut. Sementara Iran tidak memberikan reaksi atas pernyataan Presiden Trump.

Setidaknya, hari ini harga minyak dunia sedikit turun, meski masih di level USD100 per barel. Harga minyak Brent di kisaran USD108 per barel, sedangkan harga minyak WTI di kisaran USD100 per barel.

Di dalam negeri, pelaku pasar mencermati pernyataan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. Menteri mengatakan pertumbuhan ekonomi mulai menunjukkan percepatan.

“Capaian pertumbuhan ekonomi sebesar 5,61 persen menjadi indikasi ekonomi nasional mulai bergrak ke arah yang lebih kuat,” kata Ibrahim mengutip pernyataan Menkeu Purbaya. Tetapi percepatan ini belum sepenuhnya dipahami oleh pelaku pasar, yang justru masih menunjukkan kekhawatiran.

Hal itu menyebabkan pelaku pasar cenderung menarik dana dari pasar modal. Karenanya pemerintah akan menjaga momentum pertumbuhan ekonomi kuartal berikutnya melalui berbagai kebijakan lanjutan.

Koordinasi dengan Bank Indonesia juga terus diperkuat, khususnya dalam menjaga likuiditas sistem keuangan. Selain itu, pemerintah tengah menyiapkan paket stimulus tambahan untuk mendorong aktivitas ekonomi dalam waktu dekat.

“Dengan langkah tersebut, akselerasi pertumbuhan ekonomi diharapkan dapat berlanjut. Sehingga memberikan dampak positif bagi dunia usaha dan bagi kepercayaan pasar,” ujar Ibrahim.

Pertumbuhan ekonomi triwulan I 2026 sebesar 5,61, tambah Ibrahim, bukan tanpa kritik. Sejumlah ekonom justru mempertanyakan perhitungan pertumbuhan ekonomi tersebut dengan data Indeks Keyakinan Konsumen (IKK).

IKK bulan Maret 2026 yang dirilis Bank Indonesia menunjukkan penurunan menjadi 122,9. Sedangkan IKK bulan Januari berada di posisi 127.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....