IHSG Naik ke 7.102 saat Jeda Siang, Analis Lihat Peluang Kenaikan Lanjutan
- 06 Mei 2026 12:14 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- IHSG naik 0,65 persen ke 7.102,722 pada sesi I, didorong dominasi saham menguat.
- Analis Kiwoom Sekuritas Indonesia proyeksikan IHSG bergerak di rentang 6.955–7.187 dengan sentimen global dan dividen.
RRI.CO.ID, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat saat jeda siang perdagangan Rabu, 6 Mei 2026. Hingga penutupan sesi pertama, IHSG naik 0,65 persen atau 45,615 poin ke level 7.102,72.
Pergerakan indeks terpantau cukup fluktuatif sejak pembukaan perdagangan sesi pertama. IHSG dibuka di level 7.086,34 sebelum melanjutkan penguatan.
Indeks sempat menyentuh level tertinggi di angka 7.127,72. Sedangkan, untuk angka terendah berada di level 7.049,92.
Sepanjang sesi pertama, aktivitas transaksi juga terpantau ramai. Volume perdagangan mencapai 22,572 miliar saham dengan nilai transaksi Rp10,466 triliun.
Frekuensi transaksi tercatat sebanyak 1.492.796 kali. Sebanyak 377 saham menguat, 240 saham melemah, dan 194 saham stagnan.
VP of Equity Kiwoom Sekuritas Indonesia, Oktavianus Audi, memproyeksikan IHSG pada perdagangan 6 Mei 2026 berpotensi menguat. Ia menyebut indeks akan bergerak dalam rentang support 6.955 dan resistance 7.187 (MA10).
“Indikator RSI mulai menunjukkan kenaikan dan IHSG bertahan di area demand pada rentang 6.930–7.000. Hal ini menjadi sinyal teknikal yang cukup positif untuk pergerakan jangka pendek,” katanya, Rabu 6 Mei 2026.
Audi menilai pasar akan dipengaruhi sejumlah sentimen global dan domestik. Di antaranya pernyataan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat terkait target invasi yang dinilai sudah tercapai sehingga memicu spekulasi positif pasar.
“Namun, negosiasi antara AS dan Iran masih tergolong lemah karena adanya blokade kapal AS di Selat Hormuz. Kondisi ini berpotensi menahan optimisme investor,” ucapnya.
Dari dalam negeri, pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS masih berlanjut. “Pertemuan Presiden dengan instansi terkait diharapkan mendorong intervensi untuk menjaga stabilitas pasar,” ujarnya.
Ia juga menyoroti tekanan outflow asing yang masih terjadi. Sejak awal 2026, tercatat aliran dana keluar di pasar saham mencapai Rp47,9 triliun.
Selain itu, sentimen pembagian dividen juga menjadi perhatian pasar. Beberapa emiten yang dinilai memiliki yield menarik antara lain AKRA, BJBR, TUGU, ABMM, dan BMRI.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....