IHSG Dibuka Naik, Analis Prediksi Bakal Uji hingga Level 7.150

  • 06 Mei 2026 09:28 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • IHSG dibuka naik ke level 7.086,34 dan berpotensi menguji level 7.100-7.150.
  • Penguatan IHSG hari ini didorong saham konglomerasi dan perbankan serta sentimen data ekonomi nasional.

RRI.CO.ID, Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka naik pada perdagangan Rabu, 6 Mei 2026. Pada awal sesi pertama, IHSG berada pada level 7.086,34 atau naik 29,23 poin (0,41 persen) dibandingkan penutupan sebelumnya.

Perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) diprakirakan melanjutkan penguatan. Sebelumnya pada Selasa 5 Mei 2026, IHSG ditutup naik 1,22 persen ke level 7.057.

Tim Analis Phintraco Sekuritas menyebut kenaikan IHSG didorong saham-saham konglomerasi dan perbankan. “IHSG hari ini secara teknikal berpotensi menguji level 7.100-7.150," ujarnya, Rabu, 6 Mei 2026.

Menurut Tim Analis Phintraco, sentimen pasar masih akan dipengaruhi sejumlah indikator ekonomi yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS). Misalnya pertumbuhan ekonomi kuartal I 2026 yang secara triwulanan terkontraksi 0,77 persen dibandingkan triwulan IV 2025.

Namun, secara tahunan pertumbuhan ekonomi terakselerasi menjadi 5,6 persen dari 5,39 pada triwulan IV 2025. “Ini didorong kenaikan belanja masyarakat di tengah berlanjutnya stimulus pemerintah," ucap Tim Phintraco.

Hari libur dan hari besar keagamaan seperti Imlek, Ramadan dan Idulfitri juga menopang tingkat konsumsi rumah tangga. Di sektor keuangan, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memperkuat pengawasan terhadap perbankan.

OJK juga memperpanjang pemberlakuan kebijakan buyback saham tanpa melalui RUPS hingga September 2026. Selain itu OJK juga menunda implementasi transaksi short selling.

"Kebijakan ini diharapkan dapat menjadi faktor positif bagi pergerakan pasar,” ujar Tim Phintraco. Terutama di tengah ketidakpastian yang terus meningkat.

Sementara itu, Phillip Sekuritas Indonesia mencatat masih terjadinya aliran modal asing di pasar saham Indonesia. Pada Selasa 5 Mei 2026, net sell (jual bersih) oleh investor asing tercatat sebesar Rp317,14 miliar.

Saham-saham yang paling banyak dijual asing adalah BMRI, BBCA, ANTM, INCO dan AADI. Secara kumulatif aliran keluar modal asing sudah mencapai Rp46,49 triliun.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....