Satgas PASTI: Kemudahan Instan Picu Masyarakat Terjerat Pinjol Ilegal
- 02 Mei 2026 12:28 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Satuan Tugas Pemberantasan Aktivitas Keuangan Ilegal (Satgas PASTI) menilai kemudahan dan kecepatan proses menjadi alasan maraknya pinjaman online ilegal. Kondisi ini membuat praktik pinjol ilegal terus berkembang di tengah masyarakat.
RRI.CO.ID, Jakarta – Satuan Tugas Pemberantasan Aktivitas Keuangan Ilegal (Satgas PASTI) menilai kemudahan dan kecepatan proses menjadi alasan maraknya pinjaman online ilegal. Kondisi ini membuat praktik pinjol ilegal terus berkembang di tengah masyarakat.
Ketua Sekretariat Satgas PASTI, Hudiyanto, mengatakan rendahnya literasi keuangan menjadi salah satu faktor utama. Banyak masyarakat belum memahami perbedaan antara layanan legal dan ilegal.
Menurutnya, tawaran pinjol ilegal sering kali terlihat menarik karena prosesnya cepat dan tanpa syarat rumit. Hal ini membuat masyarakat tergoda untuk menggunakan layanan tersebut.
“Iming-iming bahwa semuanya itu cepat dan mudah padahal itu adalah menjebak. Sekali Bapak-Ibu menggunakan pinjol ilegal, maka mohon maaf intinya adalah sengsara, karena data kita akan terbuka kepada mereka,” ujarnya kepada Pro3 RRI pada Sabtu, 2 Mei 2026.
Ia menambahkan, selain faktor ketidaktahuan, kondisi ekonomi juga turut mendorong masyarakat mengambil keputusan tersebut. Kebutuhan mendesak sering membuat seseorang mengabaikan risiko.
“Ada juga yang sebenarnya sudah tahu risikonya. Tapi akhirnya merka tetap menggunakan karena kebutuhan mendesak,” katanya.
Situasi ini menunjukkan pentingnya edukasi yang berkelanjutan kepada masyarakat. Pemahaman yang baik diharapkan dapat mencegah masyarakat mengambil keputusan yang merugikan.
Satgas PASTI pun terus mengintensifkan sosialisasi kepada berbagai lapisan masyarakat. Upaya ini dilakukan agar masyarakat lebih bijak dalam memilih layanan keuangan.
Sementara itu,tu, Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi , mengungkapkan tingginya laporan masyarakat terkait aktivitas keuangan ilegal. Hal ini mencerminkan bahwa pinjol ilegal masih mendominasi aduan yang diterima OJK.
Ia menyebut, sejak awal tahun OJK telah menerima puluhan ribu permintaan layanan dari masyarakat. Dari jumlah tersebut, ribuan di antaranya merupakan pengaduan terkait layanan keuangan ilegal.
“Kami telah menerima 65.139 permintaan layanan, termasuk 9.323 pengaduan dari masyarakat. Dari laporan entitas ilegal, sebagian besar berasal dari pinjaman online ilegal,” ujarnya.
OJK menegaskan akan terus memperkuat pengawasan serta penindakan terhadap aktivitas keuangan ilegal. Selain itu, edukasi kepada masyarakat juga terus ditingkatkan agar tidak mudah terjebak dalam praktik serupa.
Dengan langkah tersebut, OJK berharap masyarakat semakin waspada dan mampu mengenali layanan keuangan yang legal serta aman digunakan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....