Menko Airlangga Prediksi Ekonomi Kuartal I Tumbuh 5,5 Persen

  • 23 Apr 2026 15:54 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Airlangga Hartarto memproyeksikan pertumbuhan ekonomi kuartal I 2026 mencapai sekitar 5,5 persen didukung fundamental yang kuat.
  • Konsumsi rumah tangga, belanja pemerintah, dan stimulus ekonomi menjadi faktor utama penopang pertumbuhan di awal tahun.
  • Pemerintah mengandalkan investasi dan percepatan program strategis untuk menjaga momentum ekonomi di tengah ketidakpastian global.

RRI.CO.ID, Jakarta - Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memproyeksikan ekonomi Indonesia tumbuh sekitar 5,5 persen pada kuartal pertama 2026. Prediksi tersebut disampaikan berdasarkan kondisi fundamental ekonomi yang dinilai tetap kuat.

Airlangga mengatakan proyeksi itu masih menunggu rilis resmi dari Badan Pusat Statistik (BPS). Namun, pemerintah melihat indikator awal menunjukkan pertumbuhan berada pada kisaran tersebut.

“Walaupun masih menunggu rilis dari BPS, namun beberapa kali dari kami memprediksi pertumbuhan di kuartal I secara fundamental cukup baik. Juga angkanya lebih besar/sama dengan 5,5 persen,” kata Airlangga dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis, 23 April 2026.

Ia menjelaskan, konsumsi rumah tangga menjadi salah satu faktor utama yang menopang pertumbuhan ekonomi. Selain itu, penyaluran tunjangan hari raya dan percepatan belanja pemerintah turut memberi dorongan signifikan.

Airlangga menyampaikan pemerintah juga menggelontorkan berbagai stimulus ekonomi dengan nilai mencapai ratusan triliun rupiah. Langkah tersebut dinilai mampu menjaga daya beli masyarakat dan aktivitas ekonomi tetap bergerak.

“Kita penting untuk menyampaikan hasil yang positif, karena ini kita sudah masuk ke kuartal II. Di kuartal II tentunya kita akan cari berbagai hal yang bisa menopang pertumbuhan kembali,# ujar Airlangga.

"Antara lain pembayaran gaji ke-13 di Juni, dan program social safety net juga berjalan,” ujarnya. Airlangga menambahkan, sektor investasi menjadi salah satu motor penggerak utama pertumbuhan ekonomi nasional.

Selain itu, pemerintah juga mengoptimalkan peran Satuan Tugas Percepatan Program Pemerintah. Kebijakan ini merujuk pada Keputusan Presiden Nomor 4 Tahun 2026 untuk mempercepat implementasi program strategis.

Ia menyebut langkah debottlenecking dilakukan agar investasi yang sudah masuk dapat segera direalisasikan. Dengan demikian, pelaku usaha dapat menjalankan kegiatan sesuai rencana yang telah ditetapkan.

“Pertumbuhan investasi dengan target Rp2.000 triliun lebih bukan angka kecil. Ini langkah yang perlu dijaga secara bersama karena ini pengungkit perekonomian kita," kata Airlangga.

Ia menambahkan bahwa pemerintah akan tetap berupaya mencapai target pertumbuhan meski ditengah situasi global yang tidak menentu. "Karena kita ingin mencapai target pertumbuhan tahun ini minimal 5,4 persen walaupun di situasi global yang penuh ketidakpastian,” ucapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....