IHSG Dibuka pada Level 7.534,70, Investor Cermati Sentimen Global dan Kebijakan BI
- 22 Apr 2026 09:39 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- IHSG dibuka turun 24,672 poin atau 0,33 persen ke level 7.534,70 pada perdagangan Rabu 22 April 2026.
- Pelemahan dipicu konflik Amerika Serikat-Iran serta sikap investor yang menunggu keputusan suku bunga Bank Indonesia.
RRI.CO.ID, Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka turun pada perdagangan Rabu, 22 April 2026. Pada awal sesi pertama, IHSG tercatat berada di level 7534,70 atau turun 24,672 poin (0,33 persen) dibandingkan sebelumnya.
Pengamat pasar modal sekaligus Founder Republik Investor, Hendra Wardana, memproyeksikan IHSG berpeluang bergerak terbatas. Apalagi setelah IHSG drop pada penutupan Selasa, 21 April 2026.
“Tekanan datang dari dua arah sekaligus yaitu eskalasi ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran,” ujarnya. Kemudian sikap wait-and-see investor menjelang keputusan suku bunga acuan Bank Indonesia atau BI Rate.
Meski begitu, Hendra mengatakan rupiah justru menguat tipis ke Rp17.140 per dolar AS di pasar spot. Karena itu, dia menyarankan investor memilih saham likuid dengan fundamental kuat serta mengurangi emiten free float rendah.
Menurut Hendra, disiplin pada batas beli target dan stop loss tetap penting saat pasar mencari arah. “Kurangi eksposur pada saham dengan free float rendah, alihkan fokus kepada emiten berlikuiditas tinggi, free float besar, dan fundamental yang solid,” ucapnya.
Head of Retail Research BNI Sekuritas Fanny Suherman memperkirakan IHSG masih akan melemah hari ini. “IHSG berpotensi bergerak sideways (stagnan),” ujarnya.
Menurut Fanny, level support IHSG diperkirakan akan bergerak pada rentang 7.450-7.500. Sedangkan level resistansinya bergerak pada rentang 7.570-7.600.
Pada perdagangan Selasa 21 April 2026, terjadi aliran masuk modal asing (net buy) asing sebesar Rp243 miliar. Saham yang paling banyak dibeli asing adalah EMAS, BNBR, INDY, BULL, dan UNTR.I.
Sementara itu, MSCI menyatakan masih membekukan rebalancing indeks saham Indonesia untuk periode Mei 2026. Meskipun otoritas berwenang pasar modal Indonesia sudah melakukan berbagai langkah reformasi untuk memenuhi ktiteria lembaga pemeringkat internasional itu.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....