IHSG Turun di Level 7621,57 saat Jeda Siang Perdagangan
- 20 Apr 2026 14:00 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berada di posisi x saat jeda siang perdagangan, Senin, 20 April 2026. Hingga penutupan sesi I, IHSG tercatat di level 7621,57, atau bergerak sebesar 12,42 poin (0,16 persen).
RRI.CO.ID, Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berada di posisi x saat jeda siang perdagangan, Senin, 20 April 2026. Hingga penutupan sesi I, IHSG tercatat di level 7621,57, atau bergerak sebesar 12,42 poin (0,16 persen).
Pergerakan IHSG sepanjang sesi I dipengaruhi dinamika sentimen global yang berubah cepat. Pelaku pasar merespons perkembangan terkait jalur distribusi energi dunia.
Pengamat pasar modal sekaligus Founder Republik Investor, Hendra Wardana, menilai kondisi ini dipicu faktor geopolitik global. Perubahan sentimen dinilai terjadi sangat cepat dalam beberapa waktu terakhir.
“Sempat dibukanya Selat Hormuz mendorong penurunan harga minyak. Angkanya mencapai sekitar 11 persen dan mengangkat indeks global,” ujarnya, Senin, 20 April 2026.
Namun, penutupan kembali jalur tersebut oleh Iran langsung membalikkan sentimen pasar. Hal ini menunjukkan jalur distribusi energi global masih menjadi faktor utama penggerak pasar.
Menurutnya, situasi tersebut membuat pelaku pasar cenderung berhati-hati. Kondisi ini turut memengaruhi aliran dana ke pasar saham, termasuk IHSG.
Dari sisi sektoral, penurunan harga minyak sempat memberi ruang bagi sektor perbankan, konsumsi, dan transportasi. Namun, risiko kenaikan harga energi kembali masih membayangi.
Hendra menilai tekanan pada saham-saham tertentu dapat memengaruhi pergerakan indeks. Kondisi ini membuat IHSG bergerak dinamis hingga jeda siang.
Analis memproyeksikan IHSG masih berpotensi bergerak volatil pada sesi II. Secara teknikal, indeks diperkirakan berada di kisaran 7.550 hingga 7.740.
Selain itu, ketidakpastian global membuat likuiditas pasar cenderung terbatas. Investor pun memilih menunggu perkembangan sehingga volatilitas tetap tinggi.
Meski demikian, peluang tetap terbuka secara selektif pada sejumlah saham. Investor diimbau mencermati sentimen global dan bersikap hati-hati dalam mengambil keputusan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....