Temui World Bank Group, DPR RI Pastikan Fiskal Indonesia Disiplin
- 18 Apr 2026 13:53 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Sari Yuliati menegaskan disiplin fiskal sebagai fondasi menghadapi ketidakpastian ekonomi global.
- DPR RI memperkuat kemitraan dengan World Bank Group untuk dukungan pembiayaan dan kebijakan.
- Pemerintah menjaga defisit fiskal di bawah 3 persen
RRI.CO,ID, Jakarta - Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) Sari Yuliati memimpin delegasi dalam pertemuan bilateral dengan Bank Dunia. Agenda strategis tersebut menekankan pentingnya menjaga disiplin fiskal nasional sebagai fondasi utama menghadapi ketidakpastian ekonomi global.
Sari menyatakan bahwa forum dialog kebijakan ekonomi internasional ini menjadi momentum penting untuk memperkuat kemitraan yang saling menguntungkan. Lanjutnya, dukungan lembaga keuangan dunia sangat berarti dalam menyokong stabilitas makroekonomi serta mendorong agenda reformasi struktural Indonesia.
“Kami sangat menghargai kemitraan yang kuat dan saling menguntungkan dengan World Bank Group. Kemitraan tersebut juga mencakup dukungan dari International Finance Corporation dan Multilateral Investment Guarantee Agency,” ujar Sari di Jakarta, Jumat, 17 April 2026.
DPR RI menilai bahwa kolaborasi dalam bentuk pembiayaan negara dan investasi sektor swasta sangat membantu ketahanan ekonomi nasional. Lanjutnya, kehadiran lembaga internasional tersebut bertindak sebagai mitra pengetahuan yang andal dalam memberikan panduan kebijakan teknis yang komprehensif.
Politisi tersebut menjelaskan bahwa keahlian internasional dari mitra pembangunan sangat dibutuhkan untuk menavigasi arah kebijakan domestik saat ini. Menurutnya, sinergi yang terjalin selama ini telah berperan penting dalam memitigasi berbagai risiko.
“World Bank Group merupakan mitra pengetahuan yang andal dalam memberikan panduan kebijakan. Lembaga ini juga menyediakan keahlian internasional,” kata Sari.
Delegasi Indonesia menyoroti sejumlah tantangan kompleks seperti ketegangan geopolitik yang mulai mengganggu jalur perdagangan dan investasi dunia. Perlambatan ekonomi di negara-negara besar serta isu ketahanan pangan menjadi beban tambahan bagi lanskap kebijakan ekonomi global.
Meski tekanan eksternal meningkat, Indonesia tetap berkomitmen mempertahankan disiplin anggaran. Pemerintah secara konsisten menjaga angka defisit fiskal agar tetap berada pada level aman di bawah 3 persen.
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa turut memaparkan rincian proyek kerja sama terkait isu perubahan iklim dan lingkungan. Fokus utama pemerintah saat ini adalah menciptakan lapangan kerja baru melalui reformasi kebijakan yang lebih inklusif bagi rakyat.
Pertemuan di Washington DC tersebut dihadiri oleh para pimpinan tinggi dari International Finance Corporation (IFC) dan lembaga penjamin. Jajaran pimpinan Komisi XI serta Badan Anggaran (Banggar) DPR RI turut memberikan dukungan pengawasan dalam pertemuan tersebut.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....