IHSG Ditutup Melemah Tipis ke Level 7.621, Aksi Ambil Untung Tekan Indeks

  • 16 Apr 2026 17:36 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • IHSG ditutup melemah tipis 0,03 persen ke level 7.621 akibat aksi ambil untung jangka pendek.
  • Sentimen global membaik dari isu geopolitik dan data China, namun belum kuat mendorong IHSG menguat signifikan

RRI.CO.ID, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah tipis pada perdagangan Kamis, 16 April 2026. IHSG turun 2,20 poin atau 0,03 persen ke level 7.621.

Pelemahan ini terjadi setelah indeks sempat menguat dalam beberapa hari sebelumnya. Tekanan berasal dari aksi ambil untung jangka pendek oleh pelaku pasar.

Tim Pilarmas Investindo Sekuritas mencatat sektor transportation dan logistik menjadi yang paling menguat. Sektor ini naik signifikan sebesar 3,36 persen sepanjang perdagangan.

Sebaliknya, sektor infrastruktur menjadi yang paling tertekan perhari ini. Sektor tersebut tercatat melemah sebesar 0,60 persen.

Dari kawasan Asia, mayoritas bursa saham ditutup menguat. Sentimen positif datang dari peluang gencatan senjata di Timur Tengah.

“Bursa Asia didominasi penguatan, setelah Israel tengah mempertimbangkan kemungkinan gencatan senjata di Lebanon. Sementara Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa konflik yang lebih luas dengan Iran dapat segera berakhir,” kata Tim Pilarmas Investindo Sekuritas, Kamis 16 April 2026.

Di sisi lain, data ekonomi Tiongkok juga memberi sentimen positif ke pasar. Ekonomi China tumbuh 5 persen pada kuartal pertama, melampaui ekspektasi pasar.

“Pada kuartal sebelumnya dan melampaui perkiraan didorong oleh ekspor yang lebih kuat. Sehingga mampu mengimbangi permintaan domestik yang masih lemah,” ucapnya.

Secara sektoral, Indeks LQ45 turut bergerak melemah sepanjang hari ini. Namun, sejumlah saham masih mencatatkan penguatan.

“Di dalam negeri, IHSG melemah terbatas karena aksi ambil untung jangka pendek setelah sebelumnya sempat naik beberapa hari berturut. Sepanjang hari ini, Indeks LQ45 bergerak melemah,” ujarnya.

Saham seperti EMTK, SMGR, ANTM, SCMA, dan INDF menjadi penopang kenaikan. Sementara itu, tekanan datang dari saham BRPT, AKRA, ITMG, DSSA, dan CTRA.

Untuk saham dengan kenaikan tertinggi, tercatat DEFI, KRYA, LABA, AYLS, dan AGRO. Sedangkan saham yang mengalami penurunan terbesar di antaranya PSDN, SDMU, SMIL, IFSH, dan ROTI.

Secara keseluruhan, pergerakan IHSG masih cenderung terbatas. Pasar dipengaruhi kombinasi sentimen global dan aksi profit taking domestik.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....