INDEF Soroti Tekanan Rupiah dari Faktor Domestik
- 16 Apr 2026 17:00 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Pelemahan nilai tukar rupiah akibat sentimen domestik.
- Dinamika pasar tersebut merupakan fenomena yang sangat dipengaruhi oleh faktor eksternal maupun internal secara bersamaan saat ini.
- Pemerintah perlu segera mengombinasikan kebijakan fiskal serta moneter secara kredibel guna menjaga stabilitas.
RRI.CO.ID, Jakarta - Kepala Pusat Makroekonomi dan Keuangan INDEF, M. Rizal Taufikurahman, menyoroti pelemahan rupiah. Ia menilai kondisi ini dipengaruhi faktor eksternal dan domestik secara bersamaan.
Menurutnya, depresiasi rupiah berpotensi menekan ekonomi nasional secara luas. Tekanan akan semakin berat jika pelemahan mata uang terus berlanjut.
“Kondisi ini menekan daya saing industri nasional secara signifikan. Biaya operasional meningkat akibat fluktuasi kurs global,” ujar Rizal dalam dialog Pro3 RRI, Kamis, 16 April 2026.
Ia menekankan pentingnya kebijakan fiskal dan moneter yang terkoordinasi. Langkah tersebut diperlukan untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional.
Pemerintah diminta mampu mengelola risiko aliran modal keluar secara efektif. Stabilitas aset domestik harus dijaga agar tetap menarik bagi investor.
“Intervensi pasar valuta asing harus dilakukan secara terukur dan tepat. Tujuannya menjaga likuiditas dolar tetap tersedia di dalam negeri,” ucapnya, tegas.
Rizal juga mendorong penguatan sektor eksternal melalui kebijakan devisa hasil ekspor. Langkah ini dinilai penting untuk memperkuat cadangan devisa nasional.
Pelaku usaha diminta aktif mengelola risiko nilai tukar melalui lindung nilai. Strategi ini dapat membantu mengurangi dampak fluktuasi kurs terhadap bisnis.
“Penggunaan komponen dalam negeri harus ditingkatkan oleh pelaku usaha. Substitusi impor penting untuk memperkuat ketahanan industri nasional,” katanya.
Selain itu, diversifikasi mata uang dalam perdagangan internasional dinilai strategis. Ketergantungan terhadap dolar perlu dikurangi secara bertahap.
Penguatan industri ekspor dinilai mampu meningkatkan cadangan devisa nasional. Hal ini akan membantu menjaga stabilitas nilai tukar rupiah.
Rizal menegaskan pentingnya reformasi struktural dan kepastian regulasi investasi. Upaya ini diharapkan mampu menjaga stabilitas ekonomi dalam jangka panjang.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....