IHSG Menguat di Jeda Siang Perdagangan, Naik 0,44 Persen
- 15 Apr 2026 13:45 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatat penguatan pada jeda siang perdagangan Rabu, 15 April 2026.
- Hingga penutupan sesi pertama, IHSG berada di level 7.709,56 atau naik 33,61 poin setara 0,44 persen.
- Analis mengatakan dinamika pasar saat ini masih sangat dipengaruhi kondisi eksternal yang berkembang.
RRI.CO.ID, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatat penguatan pada jeda siang perdagangan Rabu, 15 April 2026. Hingga penutupan sesi pertama, IHSG berada di level 7.709,56 atau naik 33,61 poin setara 0,44 persen.
Sejak pembukaan perdagangan pagi, IHSG langsung bergerak di zona hijau dibandingkan penutupan sebelumnya. Indeks sempat berada di posisi 7.757,17 atau menguat 81,213 poin sekitar 1,06 persen.
Founder Republik Investor, Hendra Wardana, menilai IHSG berpeluang menguji level psikologis 7.800. Peluang ini terbuka apabila sentimen global tetap stabil dan mendukung pergerakan pasar.
“IHSG berpotensi menguji level psikologis 7.800 apabila sentimen global tetap kondusif. Namun, faktor sentimen dan likuiditas masih sangat mempengaruhi, sehingga tetap membuka ruang terjadinya aksi ambil untung dalam jangka pendek," kata Hendra.
Ia menjelaskan, dinamika pasar saat ini masih sangat dipengaruhi kondisi eksternal yang berkembang. "Ini dapat mendorong perubahan arah pasar global menjadi risk-off, serta tekanan nilai tukar rupiah yang tetap tinggi,” ucapnya.
Selain faktor global, tekanan nilai tukar rupiah juga dinilai berpotensi menahan aliran dana asing ke pasar domestik. Kondisi ini dapat mempengaruhi stabilitas penguatan indeks dalam jangka pendek.
Hendra juga mengingatkan adanya potensi aksi ambil untung setelah kenaikan yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir. Pergerakan indeks yang ditopang saham tertentu dinilai meningkatkan risiko koreksi apabila saham utama melemah.
“Selain itu, dari dalam negeri, potensi profit taking setelah kenaikan yang cukup tajam. Pergerakan indeks yang cenderung ditopang oleh saham-saham tertentu juga dapat meningkatkan risiko koreksi apabila saham penggerak utama mulai melemah," kata Hendra.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....