IHSG Dibuka Naik ke Level 7.757,17 dan Berpeluang untuk Terus Menguat

  • 15 Apr 2026 09:49 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • IHSG dibuka menguat ke level 7.757,17 atau naik 81,213 poin (1,06 persen) pada awal sesi perdagangan.
  • Hendra Wardana menyebut IHSG berpeluang melanjutkan penguatan menuju "resistance" 7.710 hingga 7.750 dalam jangka pendek.
  • Penguatan indeks tetap dipengaruhi sentimen global dan likuiditas dengan risiko eksternal serta potensi aksi ambil untung yang perlu diwaspadai.

RRI.CO.ID, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat pada perdagangan Rabu, 15 April 2026. Pada awal sesi pertama, IHSG tercatat berada di level 7757,17 atau naik 81,213 poin (1,06 persen) dibandingkan sebelumnya.

Founder Republik Investor, Hendra Wardana, mengatakan IHSG berpeluang melanjutkan penguatan selama mampu bertahan di atas area support 7.640 hingga 7.665. Menurut dia, peluang kenaikan indeks terbuka menuju resistance 7.710 hingga 7.750 dalam jangka pendek.

Hendra menambahkan IHSG bahkan berpotensi menguji level psikologis 7.800 apabila sentimen global tetap berada dalam kondisi kondusif. Namun, penguatan indeks masih sangat dipengaruhi faktor sentimen serta likuiditas pasar yang bergerak dinamis.

“IHSG berpotensi menguji level psikologis 7.800 apabila sentimen global tetap kondusif,” ujarnya. “Namun demikian, faktor sentimen dan likuiditas masih sangat mempengaruhi, sehingga tetap membuka ruang terjadinya aksi ambil untung dalam jangka pendek.”

Menurut Hendra, risiko utama yang perlu dicermati berasal dari faktor eksternal, termasuk potensi eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah. “Ini dapat mendorong perubahan arah pasar global menjadi risk-off, serta tekanan nilai tukar rupiah yang tetap tinggi,” ucapnya.

Hendra menilai tekanan nilai tukar rupiah yang masih tinggi juga berpotensi menahan aliran dana asing ke pasar domestik. Potensi profit taking dan ketergantungan pada saham tertentu juga dapat meningkatkan risiko koreksi apabila saham penggerak mulai melemah.

“Selain itu, dari dalam negeri, potensi profit taking setelah kenaikan yang cukup tajam,” ujarnya. “Pergerakan indeks yang cenderung ditopang oleh saham-saham tertentu juga dapat meningkatkan risiko koreksi apabila saham penggerak utama mulai melemah.”

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....