IHSG Ditutup Menguat ke Level 7.307, Ditopang Sentimen Domestik
- 09 Apr 2026 17:40 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- IHSG naik 0,39 persen ke level 7.307, meski bursa Asia mayoritas melemah akibat tekanan global.
- Penguatan didorong sentimen domestik, termasuk peresmian pabrik mobil listrik dan jaminan pasokan BBM nasional.
RRI.CO.ID, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat pada perdagangan Kamis, 9 April 2026. IHSG ditutup naik 28,38 poin atau 0,39 persen ke level 7.307.
Penguatan terjadi meski bursa Asia didominasi pelemahan. Sentimen global masih dibayangi ketidakpastian geopolitik dan arah suku bunga.
Berdasarkan data perdagangan, IHSG sempat bergerak di rentang 7.191 hingga 7.308. Level pembukaan tercatat di 7.238 sebelum akhirnya ditutup menguat.
Tim Analis Pilarmas Investindo Sekuritas menyebut penguatan didorong sentimen domestik. Salah satunya peresmian pabrik mobil listrik oleh Presiden Prabowo Subianto.
“Di dalam negeri, IHSG menguat setelah Presiden Prabowo Subianto meresmikan pabrik mobil listrik. Serta menyatakan komitmennya untuk mendukung hilirisasi,” kata Tim Analis Pilarmas Investindo Sekuritas, Kamis 9 April 2026.
Selain itu, pemerintah memastikan pasokan BBM nasional dalam kondisi aman. Hal ini meredakan kekhawatiran dampak konflik Timur Tengah terhadap energi.
“Sepanjang perdagangan hari ini, IHSG ditutup menguat sebesar +28,38 poin. Dengan artian +0,39% ke level 7.307,” ujar Tim Pilarmas.
Sektor consumer cyclicals mencatat kenaikan tertinggi sebesar 1,99 persen. Sementara sektor financials menjadi yang terlemah dengan penurunan 1,23 persen.
Di kawasan Asia, mayoritas bursa bergerak melemah. Hal ini seiring kenaikan harga minyak di tengah ketidakpastian konflik Iran dan AS-Israel.
“Beberapa elemen dalam proposal gencatan senjata telah dilanggar menyusul serangan terbaru Israel ke Lebanon. Sementara Teheran masih sebagian besar memblokir Selat Hormuz,” kata Tim Pilarmas.
Dari sisi global, risalah rapat The Fed juga menjadi perhatian pasar. Sejumlah anggota membuka peluang kenaikan suku bunga untuk menekan inflasi.
Sepanjang perdagangan, indeks LQ45 juga tercatat menguat. Saham seperti DSSA, BREN, BRPT, EMTK, dan ITMG menjadi penopang utama.
Sementara itu, saham MBMA, MAPI, BBCA, UNTR, dan NCKL menekan pergerakan indeks. Pergerakan ini mencerminkan rotasi sektor di tengah pasar yang fluktuatif.
Adapun saham dengan kenaikan tertinggi antara lain PEGE, HDFA, ASPI, APIC, dan MSIN. Sedangkan saham yang melemah tajam di antaranya TEBE, GSMF, GULA, LFLO, dan MEGA.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....