IHSG Dibuka Melemah Seiring Pergerakan Bursa Global
- 13 Mar 2026 10:30 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) dibuka di zona merah dalam perdagangan hari ini. IHSG terpantau dibuka turun 0,32 persen ke level 7.338,82.
"IHSG berpotensi kembali melanjutkan koreksi hari ini. Koreksi seiring dengan pelemahan bursa saham di Amerika Serikat," kata Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman, Jumat, 13 Maret 2026.
| Baca juga: Pagi Ini, Pelemahan Rupiah Makin Dalam |
IHSG ditutup 0,37 persen, disertai dengan net buy asing (beli bersih) saham sebesar Rp905 miliar, Kamis kemarin. Saham yang paling banyak dibeli asing adalah ADRO, AADI, BMRI ITMG dan BBCA.
Bursa saham global cenderung melemah dalam perdagangan hari Kamis kemarin. Sentimen pasar negatif atas perkembangan di Timur Tengah dan penutupan Selat Hormuz.
"Kenaikan harga minyak dunia di tengah gangguan pasokan akibat konflik Iran menekan sentimen pasar," ucap Fanny. Indeks Dow Jones Industrial Average menurun 1,56 persen, indeks S&P 500 turun 1,52 persen, dan Nasdaq Composite melemah 1,78 persen.
Tekanan tersebut terjadi seiring melonjaknya harga minyak akibat eskalasi konflik di Timur Tengah. "Pemimpin tertinggi baru Iran Ayatollah Mojtaba Khamenei menegaskan, Selat Hormuz akan tetap ditutup sebagai ‘alat untuk menekan musuh’," ujar Fanny.
Akibatnya, harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) melonjak 9,72 persen menjadi USD95,73 per barel. Sedangkan minyak Brent naik 9,22 persen ke USD 100,46 per barel.
Menteri Energi AS Chris Wright mengatakan, Angkatan Laut AS belum siap mengawal kapal tanker yang melintasi Selat Hormuz. Namun, ia memperkirakan pengawalan tersebut kemungkinan dapat dilakukan sebelum akhir bulan.
Bursa saham Asia-Pasifik juga turun pada Kamis kemarin, karena investor terdampak dengan harga minyak yang melonjak. Bahkan setelah AS dan sekutunya mengumumkan pelepasan darurat cadangan minyak mentah untuk menenangkan pasar energi.
"Badan Energi Internasional (IEA) berencana untuk melepaskan 400 juta barel minyak menyusul gangguan pasokan. Tindakan terbesar dalam sejarah organisasi tersebut," kata Fanny.
IEA tidak menetapkan jadwal kapan stok tersebut akan masuk ke pasar. Sementara, Menteri Energi AS, Chris Wright mengatakan AS akan melepaskan 172 juta barel minyak dari Cadangan Minyak Strategi.
Indeks S&P/ASX 200 Australia turun 1,31 persen, Nikkei 225 Jepang merosot 1,04 persen. Indeks Kospi Korea Selatan turun 0,48 persen dan Hang Seng Hong Kong melemah 0,70 persen.