Rupiah Naik Tipis Dampak Sentimen "Risk Off" Pasar

  • 03 Mar 2026 10:40 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta – Nilai tukar rupiah menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada pembukaan perdagangan Selasa 3 Maret 2026. Menurut Bloomberg, rupiah dibuka naik 0,05 persen atau sembilan poin ke posisi Rp16.859 per dolar AS.

Pada penutupan perdagangan sehari sebelumnya, rupiah turun 0,48 persen atau 81 poin. Sehingga nilai tukarnya berada pada posisi Rp16.868 per dolar AS.

Analis pasar uang, Lukman Leong, memperkirakan rupiah masih berpotensi melemah terhadap dolar AS hingga penutupan perdagangan. “Hal ini disebabkan oleh sentimen risk off pelaku pasar,” ujarnya.

Eskalasi ketegangan di Timur Tengah membuat pelaku pasar cenderung berhati-hati dan menghindari berbagai risiko. "Namun, Bank Indonesia (BI) diharapkan kembali aktif melakukan intervensi dan membatasi pelemahan rupiah," ucap Lukman.

Menurut dia, nilai tukar rupiah akan bergerak pada rentang Rp16.800–Rp16.950 per dolar AS. Sementara itu, indeks dolar AS terpantau menguat di level 98,38 dan merupakan yang teringgi sejak akhir Januari 2026.

Di dalam negeri, pasar juga mencermati laju inflasi yang meningkat tajam pada Februari 2026. Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan inflasi tahunan per Februari 2026 mencapai 4,76 persen.

Ini berarti naik tajam dibandingkan dengan inflasi tahunan sebulan sebelumnya yang sebesar 3,55 persen. Menurut BPS, tingginya inflasi pada Februari 2026 disebabkan oleh tarif listrik yang sudah kembali normal.

Sedangkan inflasi bulanan per Februari 2026 tercatat sebesar 0,68 persen. Ini juga merupakan kenaikan dibandingkan Januari 2026 yang mencatat deflasi 0,15 persen.

Inflasi bulanan pada Februari 2026 dipicu kenaikan harga kelompok makanan jelang Idulfitri. Misalnya harga daging ayam ras, cabe rawit, ikan segar, cabai merah, tomat, beras dan telur ayam ras.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....