IHSG Dibuka Menguat meski Dibayangi Aksi Jual Asing
- 11 Feb 2026 10:26 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali menguat pada pembukaan perdagangan Rabu 11 Februari 2026. Menurut data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG dibuka naik 0,26 persen ke level 8.152,79.
Pada penutupan perdagangan sehari sebelumnya, IHSG juga mencatat kenaikan 1,24 persen. Namun, hal itu masih dibarengi aksi net sell (jual bersih) saham oleh investor asing sebesar Rp917 miliar.
Pada Selasa 10 Februari 2026, saham yang paling banyak dijual asing adalah BUMI, BBCA, DEWA, BUVA, dan BBRI. "Kini IHSG berpotensi untuk melanjutkan kenaikan jika berhasil menembus level resistansi di 8.150," kata Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman.
Baca juga: IHSG Ditutup Menguat, Meski Tertahan Pengumuman FTSE Russell
Baca juga: Rupiah Ditutup Melemah karena Pasar 'Wait and See'
Fanny memperkirakan IHSG akan bergerak di rentang 8.020-8.050 pada level support. "Sedangkan di level resistansi, IHSG diperkirakan bergerak pada rentang 8.150-8.250," ucapnya.
Penguatan IHSG berlangsung di tengah pergerakan bursa saham global yang beragam. Pasar saham utama Wall Street, Amerika Serikat (AS), cenderung melemah, sedangkan bursa efek di Asia mayoritas menguat.
Menurut Fanny, indeks S&P 500 dan Nasdaq terkoreksi setelah tingkat penjualan ritel AS melemah dari perkiraan. Kekhawatiran investor mengenai dampak kecerdasan buatan (AI) pada sektor keuangan turut membebani pasar.
"Penjualan ritel AS pada Desember 2025 stagnan, meleset dari ekspektasi kenaikan 0,4 persen secara bulanan," ujarnya. Fanny menambahkan pelaku pasar kini menanti rilis data ketenagakerjaan utama, serta tingkat inflasi dan indeks harga konsumen AS.
Sedangkan di Asia, Fanny menyebut pelaku pasar masih mencermati kemenangan telak Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi pekan lalu. "Ini memberinya mandat kuat untuk mendorong pengeluaran besar dan pengurangan pajak," katanya.
Takaichi pun merealisasikan janjinya dengan menangguhkan pajak penjualan 8 persen atas makanan selama dua tahun. Di Taiwan, indeks Taiex melesat 2,06 persen dan Kospi di Korea Selatan naik 0,07 persen.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....