Menkeu Purbaya Bicara Anggaran untuk ‘Gentengisasi’
- 03 Feb 2026 21:02 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan, masih menghitung berapa anggaran pasti yang dibutuhkan untuk program “Gentengisasi”. Program yang diinisiasi Presiden Prabowo Subianto untuk mengganti rumah beratap seng dengan genteng untuk tujuan keindahan.
Menurut Menku Purbaya, hitungan yang ada sekarang baru hitungan kasar. “Hitungan yang ada masih kasar sekali dimana semua rumah dihitung. Padahal kan yang diganti paling berapa persen yang pakai seng,” ujarnya usai menghadiri acara Indonesia Economic Summit di Jakarta, Selasa 3 Februari 2026.
Baca Juga:
Perkuat Sistem Pembayaran, BI Gabung dengan Proyek Nexus
IHSG Berhasil ‘Rebound’, Ditutup Naik Signifikan 2,52 Persen
Purbaya memperkirakan jumlah anggaran yang dibutuhkan untuk ‘gentengisasi’ tidak sebesar yang dibayangkan hingga Rp1 triliun, “Mungkin jumlahnya kurang dari itu, dan anggarannya masih bisa dikendalikan,” kata Purbaya.
Dia mengisyaratkan anggaran untuk program ‘gentengisasi’ berasal dari APBN 2026. “Sumbernya anggarannya bisa dari mana saja. Pemerintah kan punya dana cadangan, "ucap Purbaya.
Selain itu, tambah Menkeu, anggaran bisa diambil dari realokasi anggaran pos yang lain. Misalnya dari potongan anggaran Makan Bergizi Gratis (MBG)
Usulan program ‘gentengisasi’ dilontarkan Presiden Prabowo Subianto dalam Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah di Sentul hari Senin kemarin. ‘Gentengisasi’ merupakan program untuk mengganti atap rumah yang menggunakan seng dengan genteng.
Selain untuk keindahan, Presiden Prabowo menyebut atap dari seng membuat udara di dalam rumah menjadi panas. Sehingga suasana rumah menjadi kurang nyaman.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), masih banyak rumah tangga di Indonesia yang atap rumahnya menggunakan seng. Data tahun 2022 menunjukkan, lebih dari 22 juta rumah beratapkan seng.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....