Produk Indonesia Dapat Permintaan dari Tiongkok, Potensi USD32,78 Juta

  • 02 Okt 2026 23:00 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Indonesia mencatat permintaan produk senilai USD32,78 juta di CAEXPO 2026 dengan fokus pada komoditas pertanian dan pangan.
  • Permintaan cangkang inti sawit dan CPO saja mencapai USD22,79 juta, menunjukkan permintaan tinggi untuk produk turunan kelapa sawit.
  • Pencapaian ini menandakan peluang ekspor yang signifikan bagi Indonesia di pasar regional khususnya di kawasan Asia Tenggara dan sekitarnya.

RRI.CO.ID, Nanning - Indonesia mencatat permintaan produk dengan potensi transaksi USD32,78 juta selama CAEXPO 2026. Permintaan tersebut mencakup cangkang inti sawit, Crude Palm Oil (CPO), serta sejumlah produk pangan dan komoditas lainnya.

Permintaan cangkang inti sawit (palm kernel shell) dan CPO mencatat potensi transaksi USD22,79 juta. Nilai tersebut menjadi bagian dari total potensi transaksi Indonesia selama penyelenggaraan CAEXPO 2026.

Potensi transaksi lainnya mencapai USD9,99 juta dari permintaan minyak ikan, pangan ikan, cokelat, vanili, sarang walet, briket, minuman instan. Permintaan tersebut masih dalam proses negosiasi antara salah satu peserta pameran dengan 10 perusahaan mitra di Tiongkok.

Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan, Fajarini Puntodewi, mengapresiasi capaian tersebut. Menurutnya, capaian Indonesia di CAEXPO 2026 merupakan hasil promosi, business matching, forum bisnis, serta penjajakan investasi dan industri.

“Capaian Indonesia di CAEXPO 2026 ini menunjukkan promosi produk yang dipadukan dengan sesi-sesi penjajakan dapat memberikan nilai tambah. Berbagai peluang yang telah terbuka ini perlu ditindaklanjuti untuk menjadi transaksi dan kerja sama jangka panjang,” ujar Puntodewi di Jakarta, Jumat, 2 Oktober 2026.

Permintaan produk dengan potensi transaksi USD32,78 juta tersebut menjadi bagian dari total potensi transaksi Indonesia sebesar USD113,88 juta. Empat nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) mencatat potensi transaksi USD81,1 juta.

Empat MoU tersebut mencakup pengembangan kerja sama satelit serta dukungan efisiensi bidang oli, gas, kelistrikan, dan tambang. Kerja sama lainnya meliputi kerupuk udang, kopi, pemanfaatan token produk berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), dan pengadaan mesin pengolahnya.

Direktur Pengembangan Ekspor Produk Manufaktur Kemendag Deden Muhammad Fajar Shidiq mengatakan partisipasi Indonesia ditujukan membangun hubungan bisnis konkret. Deden menyebut potensi transaksi, permintaan buyer, dan penjajakan kerja sama akan terus ditindaklanjuti bersama pelaku usaha serta mitra terkait.

“Keberhasilan partisipasi Indonesia pada CAEXPO 2026 tidak berhenti di capaian selama pameran. Seluruh potensi transaksi, permintaan buyer, dan penjajakan kerja sama akan terus ditindaklanjuti bersama para pelaku usaha dan mitra terkait,” ujar Deden.

Paviliun Indonesia menarik lebih dari 98 ribu pengunjung selama penyelenggaraan CAEXPO 2026. Paviliun Komoditi Indonesia berada di Hall D5 dengan luas lebih dari 2.000 meter persegi dan diisi 51 perusahaan.

Indonesia juga berpartisipasi pada Paviliun City of Charm di Hall B dan Paviliun Artificial Intelligence (AI). Paviliun AI tersebut diisi empat perusahaan Indonesia.

KJRI Guangzhou Arianto Surojo menyebut CAEXPO sebagai platform strategis memperluas akses pasar Indonesia ke Tiongkok dan kawasan ASEAN. Menurut Arianto, capaian transaksi dan penjajakan kerja sama menunjukkan peluang produk dan kompetensi perusahaan Indonesia di pasar regional.

“Capaian transaksi dan berbagai penjajakan kerja sama pada tahun ini menunjukkan bahwa produk dan kompetensi perusahaan Indonesia berpeluang semakin besar. Untuk masuk ke rantai pasok dan pasar regional,” ujar Arianto.

Salah satu peserta pameran, President Director PT Alfa Citra Sejahtera, Carel Christianto Machmud, menilai antusiasme pengunjung terhadap produk Indonesia sangat tinggi. Perusahaannya menjadi salah satu peserta yang berhasil menandatangani MoU dengan buyer CAEXPO 2026.

“Sebagai pendatang baru yang diundang Kemendag, kami terkejut melihat antusiasme pengunjung terhadap produk-produk Indonesia yang kami bawa. Kami juga bersyukur dapat menandatangani MoU di CAEXPO dan hingga kini komunikasi dengan mitra masih berlanjut,” kata Carel.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....