Empat MoU CAEXPO 2026 Catat Potensi Transaksi USD81,1 Juta

  • 02 Okt 2026 21:30 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Indonesia menandatangani empat MoU di CAEXPO 2026 dengan total potensi transaksi senilai USD81,1 juta yang meliputi pengembangan satelit, efisiensi sektor energi dan pertambangan.
  • Kerja sama tersebut mencakup dukungan untuk industri oli, gas, kelistrikan, dan tambang sebagai upaya diversifikasi ekspor Indonesia.
  • Total potensi transaksi Indonesia di CAEXPO 2026 mencapai USD113,88 juta atau setara Rp2,03 triliun, menempatkan partisipasi Indonesia sebagai kontributor signifikan dalam pameran perdagangan regional.

RRI.CO.ID, Nanning - Empat nota kesepahaman (MoU) Indonesia di CAEXPO 2026 mencatat potensi transaksi USD81,1 juta. Kerja sama tersebut mencakup pengembangan satelit, dukungan efisiensi bidang oli, gas, kelistrikan, dan tambang, serta kerupuk udang dan kopi.

Empat MoU tersebut menjadi bagian dari total potensi transaksi Indonesia sebesar USD113,88 juta. Nilai tersebut setara sekitar Rp2,03 triliun dari partisipasi Indonesia dalam CAEXPO 2026.

Cakupan kerja sama meliputi pengembangan kerja sama satelit serta dukungan efisiensi bidang oli, gas, kelistrikan, dan tambang. MoU tersebut juga mencakup kerupuk udang, kopi, pemanfaatan token produk berbasis platform kecerdasan buatan (AI), dan pengadaan mesin pengolahnya.

Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan, Fajarini Puntodewi, mengapresiasi capaian potensi transaksi tersebut. Menurutnya, capaian Indonesia di CAEXPO 2026 merupakan hasil promosi, business matching, forum bisnis, serta penjajakan investasi dan industri.

“Capaian Indonesia di CAEXPO 2026 ini menunjukkan promosi produk yang dipadukan dengan sesi-sesi penjajakan dapat memberikan nilai tambah. Berbagai peluang yang telah terbuka ini perlu ditindaklanjuti untuk menjadi transaksi dan kerja sama jangka panjang,” ujar Puntodewi di Jakarta, Jumat, 2 Oktober 2026.

Selain empat MoU, permintaan cangkang inti sawit (palm kernel shell) dan Crude Palm Oil (CPO) mencatat potensi transaksi USD22,79 juta. Permintaan tersebut menjadi bagian dari total potensi transaksi Indonesia selama CAEXPO 2026.

Potensi transaksi lainnya mencapai USD9,99 juta dari permintaan minyak ikan, pangan ikan, cokelat, vanili, sarang walet, briket, minuman instan. Permintaan tersebut masih dalam proses negosiasi antara salah satu peserta pameran dengan 10 perusahaan mitra di Tiongkok.

Direktur Pengembangan Ekspor Produk Manufaktur Kemendag Deden Muhammad Fajar Shidiq mengatakan partisipasi Indonesia ditujukan membangun hubungan bisnis konkret. Ia menyebut potensi transaksi, permintaan buyer, dan penjajakan kerja sama akan terus ditindaklanjuti bersama pelaku usaha serta mitra terkait.

“Keberhasilan partisipasi Indonesia pada CAEXPO 2026 tidak berhenti di capaian selama pameran. Seluruh potensi transaksi, permintaan buyer, dan penjajakan kerja sama akan terus ditindaklanjuti bersama para pelaku usaha dan mitra terkait,” ujar Deden.

Paviliun Indonesia menarik lebih dari 98 ribu pengunjung selama penyelenggaraan CAEXPO 2026. Paviliun Komoditi Indonesia berada di Hall D5 dengan luas lebih dari 2.000 meter persegi dan diisi 51 perusahaan.

Indonesia juga berpartisipasi pada Paviliun City of Charm di Hall B dan Paviliun Artificial Intelligence (AI). Paviliun AI tersebut diisi empat perusahaan Indonesia.

KJRI Guangzhou Arianto Surojo menyebut CAEXPO sebagai platform strategis memperluas akses pasar Indonesia ke Tiongkok dan kawasan ASEAN. Menurut Arianto, capaian transaksi dan penjajakan kerja sama menunjukkan peluang produk dan kompetensi perusahaan Indonesia di pasar regional.

“Capaian transaksi dan berbagai penjajakan kerja sama pada tahun ini menunjukkan bahwa produk dan kompetensi perusahaan Indonesia berpeluang semakin besar. Untuk masuk ke rantai pasok dan pasar regional,” ujar Arianto.

CAEXPO 2026 berlangsung pada 17-21 September 2026 di Nanning International Convention & Exhibition Center (NICEC), Nanning, Tiongkok. Pameran tersebut menjadi platform strategis untuk memperkuat kerja sama perdagangan, investasi, dan kemitraan antara negara-negara ASEAN dan Tiongkok.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....