Hilirisasi Nikel Perkuat Transformasi Ekonomi dan Industri di Sulawesi

  • 01 Okt 2026 01:55 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, JAKARTA — Industri pengolahan mineral membentuk lanskap ekonomi baru di sejumlah wilayah Sulawesi. Ekspansi nikel memperpanjang rantai nilai domestik dan mendorong aktivitas ekonomi daerah.

Di Sulawesi Selatan, BPS mencatat ekonomi triwulan II 2026 tumbuh 5,59 persen secara tahunan. PDRB mencapai Rp206,70 triliun berdasarkan harga berlaku.

Sementara berdasarkan harga konstan 2010, PDRB Sulawesi Selatan mencapai Rp110,41 triliun. Pertumbuhan berlangsung seiring penguatan industri pengolahan mineral.

Nikel menjadi salah satu komoditas penting dalam pengembangan tersebut. Fasilitas pengolahan turut memperkuat rantai pasok industri logam dan bahan baku baterai.

Ekonom CORE Indonesia Mohammad Faisal menilai rantai nilai kendaraan listrik mulai terintegrasi dari aktivitas hulu hingga pengolahan. Integrasi tersebut dinilai terus berkembang.

“Kalau di upstream kita sudah high maturity, sementara di midstream dan downstream masih berkembang. Tapi ke depan ini bisa meningkat cepat, dan dampaknya terhadap perekonomian daerah juga akan semakin besar,” ujar Faisal.

Menurut Faisal, transformasi struktur ekonomi terlihat di Morowali dan Morowali Utara, Sulawesi Tengah. Kawasan tersebut berkembang melalui aktivitas industri berbasis pengolahan mineral.

“Kalau dulu Morowali didominasi pertambangan dan pertanian. Sekarang lebih dari 75 persen ekonominya ditopang sektor industri,” katanya.

Perubahan tersebut menunjukkan industri pengolahan dapat memperluas aktivitas ekonomi wilayah yang sebelumnya bertumpu pada sektor primer. Manfaat hilirisasi juga membutuhkan keterkaitan ekonomi lokal.

Investasi pengolahan nikel terus berkembang melalui sejumlah proyek di Sulawesi. PT Vale Indonesia Tbk, bagian dari Grup MIND ID, mengembangkan proyek Pomalaa, Morowali, dan Sorowako.

Pengembangan tersebut mencakup teknologi High Pressure Acid Leach (HPAL) untuk menghasilkan Mixed Hydroxide Precipitate (MHP). Produk antara tersebut dapat digunakan dalam rantai pasok material baterai.

Hilirisasi nikel semakin membentuk ekosistem industri yang melibatkan perusahaan, teknologi, tenaga kerja, dan kegiatan ekonomi pendukung. Tantangannya memastikan nilai tambah turut memperkuat ekonomi lokal.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....