Komisi XII DPR RI Dorong ESDM Percepat Revisi RKAB MIND ID
- 18 Sep 2026 04:30 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- PT Vale Indonesia Tbk (INCO) menjadi salah satu perusahaan yang mengupayakan revisi kuota produksi nikel 2026.
- Isu utama: percepatan revisi RKAB dan penambahan kuota produksi nikel Vale untuk mendukung kegiatan hilirisasi.
- Komisi XII DPR RI mendesak Kementerian ESDM mempercepat persetujuan revisi RKAB perusahaan tambang di bawah MIND ID.
RRI.CO.ID, Jakarta - Komisi XII DPR RI mendorong Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mempercepat proses persetujuan revisi Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB). Khususnya, bagi perusahaan-perusahaan tambang di bawah Holding Industri Pertambangan Indonesia (MIND ID).
Dorongan tersebut salah satunya menyangkut usulan penambahan kuota produksi nikel PT Vale Indonesia Tbk (INCO) untuk tahun 2026. Anggota Komisi XII DPR RI, Ramson Siagian, mengatakan percepatan persetujuan RKAB diperlukan agar perusahaan tambang pelat merah dapat menjalankan rencana bisnis dan produksi secara optimal.
"Kita mendesak kepada Kementerian ESDM untuk mempercepat setiap pengajuan RKAB dari semua subholding MIND ID. Kita mesti tegas," kata Ramson dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi XII DPR RI di Jakarta, Selasa, 15 September 2026.
PT Vale Indonesia sebelumnya telah memperoleh persetujuan RKAB 2026. Namun, untuk proyek hilirisasi nikel Bahodopi di Sulawesi Tengah dan Pomalaa di Sulawesi Tenggara, kuota yang diberikan pemerintah disebut hanya sekitar 30 persen dari jumlah yang diajukan.
Sementara itu, Anggota Komisi XII DPR RI, Yulian Gunhar, mengatakan MIND ID memiliki peran strategis dalam memastikan sumber daya alam Indonesia diolah menjadi produk bernilai tambah.
"Bahwa negara menguasai sumber daya alam, diolah sendiri, menjadi industri, menciptakan nilai tambah, sampai tujuannya adalah kemakmuran rakyat," ujar Gunhar.
Menanggapi usulan tersebut, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyatakan akan menindaklanjuti permintaan penambahan kuota produksi nikel PT Vale dalam RKAB 2026.
"Menyangkut RKAB sekali lagi akan saya clear-kan menyangkut dengan Vale," kata Bahlil dalam RDP bersama Komisi XII DPR RI, Rabu, 16 September 2026.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....