KAI Siap Tindak Lanjuti Rekomendasi KNKT Soal Insiden di Bekasi
- 30 Sep 2026 00:01 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- PT Kereta Api Indonesia mendukung penuh proses investigasi keselamatan bersama KNKT terkait insiden kereta api di Bekasi Timur.
- KAI menjalankan berbagai langkah antisipasi termasuk pembatasan operasi dan penanganan perlintasan sebidang guna meningkatkan standar keselamatan perjalanan.
- Manajemen KAI berkomitmen menindaklanjuti seluruh rekomendasi keselamatan KNKT melalui evaluasi berkelanjutan demi menjaga kepercayaan publik.
RRI.CO.ID, Bekasi - PT Kereta Api Indonesia (KAI) mendukung penuh investigasi Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) di Bekasi Timur. Pemeriksaan keselamatan itu mencakup insiden operasional KA Argo Bromo Anggrek dan KA 5568A Commuter Line.
Langkah investigasi keselamatan ini bertujuan memastikan perbaikan tepat demi mencegah kejadian serupa terulang pada masa depan. Manajemen KAI menyatakan kesiapan menindaklanjuti rekomendasi tersebut di Bekasi pada Selasa, 29 September 2026.
Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menghargai proses investigasi independen serta komprehensif dari KNKT. Perusahaan perkeretaapian tersebut memberlakukan pembatasan operasi (BLB) di wilayah Bekasi selama masa investigasi berlangsung.
“KAI sangat kooperatif dalam setiap proses investigasi keselamatan yang dilakukan KNKT. Kami menerima rekomendasi yang disampaikan sebagai bahan evaluasi yang harus ditindaklanjuti secara serius. Keselamatan penumpang dan perjalanan kereta api adalah tanggung jawab yang tidak bisa ditawar,” ujar Anne.
KAI juga menjalankan koordinasi prasarana bersama Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan (Kemenhub) secara berkelanjutan. Operator tersebut mempercepat penanganan perlintasan sebidang melalui langkah koordinasi bersama pihak terkait selama proses investigasi.
Anne menyambut rekomendasi keselamatan tersebut berdasarkan hasil investigasi serta analisis yang telah diselesaikan KNKT. Perusahaan berkomitmen menyempurnakan berbagai aspek operasional sesuai batasan kewenangan dan tanggung jawab internal perseroan.
“Kami tidak ingin evaluasi berhenti sebagai dokumen. Rekomendasi KNKT harus diterjemahkan menjadi perbaikan di lapangan, baik pada prosedur, kesiapan sumber daya manusia, maupun koordinasi antar pihak, termasuk edukasi meningkatkan kesadaran masyarakat akan keselamatan dj perlintasan sebidang. Kami akan memastikan tindak lanjutnya berjalan dan terus berkoordinasi dengan regulator serta stakeholder terkait,” kata Anne.
Executive Vice President Corporate Secretary KAI Wisnu Pramudya menekankan pentingnya pengawasan terhadap pelaksanaan prosedur keselamatan. Manajemen mengevaluasi proses operasional secara berkala demi memastikan kesiapan seluruh petugas perkeretaapian di lapangan.
“Kami memahami bahwa di balik setiap perjalanan kereta api ada kepercayaan masyarakat yang harus kami jaga. Karena itu, setiap evaluasi harus berujung pada perbaikan. KAI berkomitmen terus belajar, memperbaiki, dan memastikan perjalanan kereta api semakin aman dan andal,” ucap Wisnu.
Setiap temuan investigasi menjadi bahan evaluasi untuk memperbaiki cara kerja dan memperkuat sistem keselamatan. Perseroan memastikan aspek keselamatan menjadi bagian utama dalam pengembangan maupun penyempurnaan operasional perkeretaapian ke depan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....