Generasi Muda Pilih Kereta Api Berkelanjutan Berbahan Bakar B50

  • 25 Sep 2026 00:34 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Generasi muda memilih moda transportasi kereta api berbahan bakar B50 atas pertimbangan prinsip kelestarian lingkungan hidup.
  • PT Kereta Api Indonesia (KAI) mencatat perubahan preferensi penumpang belia berdasarkan hasil survei persepsi publik terkini.
  • Pertamina Patra Niaga dan KAI Daop 1 Jakarta memastikan keandalan sarana lokomotif rendah emisi bagi masyarakat.

RRI.CO.ID, Jakarta - Generasi muda kini mulai beralih memilih angkutan massal kereta api demi menjaga kelestarian lingkungan hidup nasional. Pergeseran perilaku penumpang terjadi seiring penerapan bahan bakar minyak ramah lingkungan pada seluruh armada lokomotif operasional.

Armada kereta api mulai menggunakan bahan bakar B50 secara serentak sejak hari Rabu, 1 Juli 2026. Prinsip keberlanjutan lingkungan hidup menjadi alasan mendasar bagi penumpang belia saat menempuh perjalanan jarak jauh antarkota.

Vice President (VP) Corporate Communication PT Kereta Api Indonesia (KAI) Anne Purba membenarkan perubahan preferensi tersebut. Pencantuman informasi jejak karbon pada tiket perjalanan kereta api menjadi sarana edukasi lingkungan yang sangat efektif.

"Iya, Gen Z itu semenurut survei yang kita lakukan dari public perception, Customer Satisfaction Index, gitu ya, berbeda. Dia mau naik kereta itu karena dia ngomongin keberlanjutan," kata Anne Purba di Stasiun Kereta Cepat Whoosh Halim, Jakarta, Selasa, 15 September 2026.

Anne menilai bahwa hasil survei persepsi publik menunjukkan perubahan pola pikir masyarakat dibandingkan satu dekade lalu. Masyarakat masa kini tidak hanya bepergian untuk urusan mudik melainkan aktif mendukung agenda pelestarian bumi.

"Gen Z itu sangat aware dengan yang namanya ramah lingkungan, sehingga kalau dibilang bagaimana tanggapan publik, ya publik yang memahami betul terkait dengan sustainability ini ya pasti sangat men-support. Karena mereka juga punya komunitaslah ya, komunitas pecinta alam, yang concern terhadap sustainability ini pasti berbicara terkait dengan keberlanjutan dan penyelamatan bumi masa depan, gitu," ujar Anne saat menambahkan keterangannya.

Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga Roberth MV Dumatubun turut memaparkan dampak positif perluasan bahan bakar nabati. Penerapan energi bersih pada moda transportasi umum berhasil menciptakan ekosistem konsumsi energi yang jauh lebih berkelanjutan.

"Di antara tiga ini kesamaannya itu: sudah dilakukan, sudah diresmikan. Tapi perbedaannya adalah B50 ini sudah sampai ke masyarakat yang kemudian keunggulan dari B50, yang pertama, dia akan memiliki multiplier effect," ucap Roberth MV Dumatubun di Wisma Tugu, kawasan Kuningan, Jakarta, Selasa, 22 September 2026.

Roberth menyoroti dominasi sepeda motor berbahan bakar bensin yang hingga kini masih memadati berbagai jalan raya. Kondisi padat tersebut membutuhkan alternatif sarana transportasi publik yang efisien guna menekan tingkat polusi udara perkotaan.

"Konsumsi di masyarakat ini kan enggak ada motor solar kan? Adanya motor bensin. Padahal, kalau enggak salah, itu sudah di atas 100 juta motor yang beredar," kata Roberth.

Manajer Humas KAI Daerah Operasi (Daop) 1 Jakarta Franoto Wibowo memastikan kelancaran operasional kereta api ramah lingkungan. Armada kereta komersial tetap melayani perjalanan ribuan penumpang setiap hari dengan jadwal keberangkatan yang sangat tertib.

Franoto menyatakan bahwa pengujian awal pada jalur antarkota membuktikan keandalan penuh sarana penggerak lokomotif berbahan nabati. Tampilan fisik sarana lokomotif tidak mengalami perubahan mencolok meskipun telah memakai bahan bakar minyak nabati terbaru.

"Jadi mulai bertahapnya itu bulan Mei itu di satu lokomotif yang digunakan oleh kereta, untuk menarik kereta api Sembrani kalau enggak salah. Kalau untuk pembangkitnya itu dirangkaikan di kereta api Bogowonto," ucap Franoto saat memaparkan uji coba di Stasiun Cikini, Jakarta, Rabu, 23 September 2026.

Penerapan sistem tiket digital tanpa kertas kini memperkuat komitmen penyediaan fasilitas transportasi ramah lingkungan bagi generasi muda. Pemasangan instalasi panel surya di berbagai stasiun besar turut mendukung pencapaian target nasional nol emisi karbon.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....