KAI Sesuaikan Pola Perawatan Filter Lokomotif untuk B50
- 24 Sep 2026 23:32 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- PT Kereta Api Indonesia (KAI) menyesuaikan pola perawatan sarana lokomotif guna mengoptimalkan operasional bahan bakar B50.
- Tim teknisi meningkatkan intensitas pemeriksaan filter dan fasilitas penyimpanan bahan bakar di seluruh depo perawatan.
- Pertamina Patra Niaga memastikan proses pencampuran bahan bakar nabati berjalan homogen guna mencegah potensi penyumbatan mesin.
RRI.CO.ID, Jakarta - PT Kereta Api Indonesia (KAI) menyesuaikan pola perawatan sarana lokomotif demi menjaga performa mesin perjalanan kereta api. Langkah antisipatif ini memprioritaskan pemeriksaan komponen penyaring bahan bakar agar saluran injeksi terbebas dari sumbatan.
Penerapan bahan bakar campuran kelapa sawit tersebut telah beroperasi secara penuh sejak hari Rabu, 1 Juli 2026. Penggantian saringan bahan bakar kini dijadwalkan lebih intensif guna mencegah akumulasi kotoran pada tangki lokomotif.
Manajer Humas KAI Daerah Operasi (Daop) 1 Jakarta Franoto Wibowo turut menyampaikan kesiapan sarana transportasi tersebut. Pemeriksaan berkala seluruh rangkaian armada diesel di depo perawatan senantiasa dilaksanakan secara disiplin serta berkelanjutan.
"Mungkin kita agak lebih, lebih fokus ke komponen filternya, ya. Filter bahan bakarnya, ya. Jadi untuk kendala sih enggak ada. Untuk kendala enggak ada penerapan B50 di Daop 1 Jakarta. Jadi selama ini belum ada teridentifikasi gangguan dari sarana, ya," ujar Franoto saat menjelaskan kondisi operasional di Stasiun Cikini, Jakarta, Rabu, 23 September 2026.
Tim teknisi memastikan seluruh komponen sirkulasi bahan bakar tetap bersih dari potensi endapan partikel nabati. Keandalan armada operasional tercapai berkat tahapan pengujian mekanis yang sudah dilakukan sejak beberapa tahun terakhir.
Vice President (VP) Corporate Communication KAI Anne Purba turut memberikan penjelasan mengenai kesiapan sarana perkeretaapian. Kesiapan sarana penarik kereta api dirancang secara terukur mengikuti peningkatan bertahap formula bahan bakar nabati.
"Itu pasti ada yang namanya uji coba, yang namanya pencampuran dengan tim. Karena kan sarana-sarana kita juga butuh penyesuaian. Dan juga pasti berdampak kepada yang namanya perawatan, yang dibutuhkan dengan adanya pencampuran antara fosil dengan nabati. Komposisinya aja sudah berubah, pasti berubah. Tetapi tujuannya kan jelas, tujuannya adalah lingkungan," ujar Anne saat menjelaskan adaptasi perawatan di Stasiun Kereta Cepat Whoosh Halim Jakarta, Selasa, 15 September 2026.
"Jadi pola-pola perawatannya akan disesuaikan sesuai dengan kebutuhan melalui maintenance penggunaan B50 ini, karena pasti jauh berbedalah dengan yang 100 persen fosil dan juga yang sudah 50-50 persen," ujar Anne.
Manajemen pusat perkeretaapian terus menyelaraskan standar prosedur pemeliharaan mesin operasional dengan berbagai regulasi teknis pemerintah. Karakteristik bahan bakar campuran membutuhkan adaptasi perawatan yang berbeda dibandingkan dengan masa pemakaian solar murni.
Inovasi perawatan sarana tersebut diarahkan untuk mendukung target jangka panjang penurunan emisi karbon secara berkelanjutan. KAI membuktikan bahwa penyesuaian teknis pada mesin lokomotif mampu menjawab tuntutan operasional angkutan ramah lingkungan.
Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga Roberth MV Dumatubun turut memberikan penjelasan mengenai proses pencampuran tersebut. Pertamina Patra Niaga memastikan bahan bakar nabati dicampur secara homogen agar tidak merusak filter mesin.
"Oh, FAME ini enggak pakai pengolahan. FAME ini blending," kata Roberth saat menjelaskan karakteristik bahan bakar di Wisma Tugu, kawasan Kuningan, Jakarta, Selasa, 22 September 2026.
Bahan bakar nabati tersebut menggunakan Fatty Acid Methyl Ester (FAME) yang diolah dari minyak kelapa sawit. Pertamina membeli produk olahan turunan kelapa sawit tersebut langsung dari badan usaha bahan bakar nabati berizin.
Kualitas bahan bakar yang masuk ke tangki lokomotif sangat ditentukan oleh ketepatan proses pencampuran hulu. Untuk meminimalkan potensi endapan, pasokan bahan bakar disalurkan langsung melalui truk tangki menuju tangki timbun.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....