Kementerian Ekraf Siapkan Kerja Sama Ekonomi Kreatif dengan Hollywood
- 11 Sep 2026 12:38 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Kementerian Ekonomi Kreatif membuka peluang kerja sama dengan berbagai pihak di Amerika Serikat untuk memperkuat ekosistem
- Rencana kolaborasi dengan HCC akan diperkuat melalui penandatanganan Kesepahaman Bersama atau MoU antara kedua pihak pada WCCE mendatang
- Kerja sama Indonesia-Amerika Serikat dengan HCC diharapkan membuka peluang kolaborasi lebih luas dalam pengembangan industri kreatif kedua negara
RRI.CO.ID, Jakarta - Indonesia dan Amerika Serikat menyiapkan kerja sama penguatan ekonomi kreatif melalui kolaborasi dengan Hollywood Chamber of Commerce (HCC). Rencana kerja sama tersebut dibahas Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya bersama Dubes RI untuk Amerika Serikat Dwisuryo Indroyono Soesilo.
Pertemuan berlangsung di Kantor Kementerian Ekonomi Kreatif, Jakarta, Selasa, 8 September 2026, itu, membahas tindak lanjut kemitraan strategis Indonesia-Amerika Serikat kedua negara. Kedua pihak juga membahas persiapan World Conference on Creative Economy (WCCE) 2026 yang akan diselenggarakan Indonesia tahun depan.
"Kementerian Ekonomi Kreatif membuka peluang kerja sama dengan berbagai pihak di Amerika Serikat untuk memperkuat ekosistem. Seluruh direktorat siap menindaklanjuti kerja sama dengan mitra Amerika Serikat untuk memperkuat ekonomi kreatif nasional," kata Riefky dikutip dalam laman ekraf.go.id, Jumat, 11 September 2026.
Rencana kolaborasi dengan HCC akan diperkuat melalui penandatanganan Kesepahaman Bersama atau MoU antara kedua pihak pada WCCE mendatang. Kerja sama tersebut mencakup sembilan bidang strategis untuk memperkuat hubungan ekonomi kreatif Indonesia dan Amerika Serikat.
Bidang tersebut meliputi pengembangan ekonomi kreatif, film, televisi, produksi media, investasi, perdagangan, serta perlindungan kekayaan intelektual. Kerja sama juga mencakup teknologi dan inovasi, kegiatan unggulan, serta kolaborasi ekonomi kreatif di tingkat global.
Penandatanganan MoU ditargetkan berlangsung di sela-sela WCCE 2026 atau melalui mekanisme lain yang disepakati kedua pihak. Teuku Riefky mengatakan Amerika Serikat memiliki posisi penting bagi perkembangan ekonomi kreatif Indonesia, termasuk sebagai pasar ekspor utama.
Berdasarkan data BPS yang diolah Kementerian Ekonomi Kreatif, ekspor ekraf Indonesia ke Amerika Serikat mencapai 3,31 miliar dolar AS.
Data periode Januari hingga April 2026 tersebut menunjukkan subsektor fesyen menjadi penyumbang ekspor terbesar Indonesia ke Amerika Serikat.
Ekspor fesyen mencapai 2,80 miliar dolar AS, disusul kriya sebesar 0,48 miliar dolar AS dan kuliner 15,55 juta dolar AS. Sebelumnya, Indonesia dan Amerika Serikat telah menjalankan sejumlah program kerja sama dalam sektor ekonomi kreatif kedua negara.
Kolaborasi tersebut antara lain US Business for Indonesia: Creative Economy Forum 2025 dan workshop perlindungan kekayaan intelektual tingkat internasional sebelumnya.
Kerja sama juga mencakup Hackathon AI for Creative Economy bersama Amazon Web Services serta pengembangan talenta digital bersama Microsoft Indonesia.
Sementara itu, Dubes RI untuk Amerika Serikat Dwisuryo Indroyono Soesilo menyambut peluang penguatan kerja sama ekonomi kreatif kedua negara. "Kami berharap kedua negara dapat mengidentifikasi peluang kolaborasi dan mengembangkan kerja sama konkret untuk memajukan ekonomi kreatif nasional bersama," ujarnya.
Indroyono menilai sektor ekonomi kreatif Indonesia memiliki potensi besar, terutama melalui 21 subsektor yang berada di bawah kementerian.
Menurutnya, dokumen kerja sama akan ditinjau terlebih dahulu sebelum pembahasan lebih lanjut dilakukan bersama pihak terkait secara bersama.
Kerja sama Indonesia-Amerika Serikat dengan HCC diharapkan membuka peluang kolaborasi lebih luas dalam pengembangan industri kreatif kedua negara.
Kolaborasi tersebut sekaligus diharapkan memperkuat akses pasar, investasi, teknologi, dan perlindungan kekayaan intelektual bagi pelaku ekraf nasional.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....